SERANG – Peristiwa dugaan pencekikan yang dilakukan oleh debt collector kepada penjaga palang pintu kereta api Sumur Pecung bernama Wahyudin (33) mendapat tanggapan dari Kresna Reksa Finance.
Supervisor Kresna Reksa Finance, Didi membantah bahwa terjadi pencekikan yang dilakukan salah satu debt collectornya terhadap Wahyudin.
Menurut Didi yang dilakukan debt collector bernama Samsul hanyalah menarik leher korban agar merubah posisinya dari tiduran menjadi duduk.
“Dia (Samsul) pun istilahnya gak ada bahasa apapun maksud kedatangan dia, pertama rapi, yang kedua menanyakan masalah pembayaran, tapi (Wahyudin) cuek aja. Itu bukan dicekikan, itu cuma dipegang lehernya didudukin maksudnya, yuk kita ngobrol baik-baik maunya seperti apa” kata Didi, Selasa (8/8/2023).
Baca Juga : Ditagih Utang Wahyudin Dicekik Debt Cllector di Kota Serang
Menurut Didi, Wahyudin sudah berjanji agar segera melunasi hutangnya, namun ketika dikunjungi ke rumahnya yang bersangkutan kerap tidak ada di rumah.
“Jadi gini kronologisnya, beberapa kali dikunjungin di rumahnya bahkan dia janji-janji aja, besok bayar, eh akhirnya gak ketemu, terus ketemu lah di tempat kerja. Terus si Samsul si collector nagih ke dia,” terang Didi.
Permasalahan terkait pencekikan menurut Didi hanyalah kesalahpahaman belaka. Penagihan dilakukan karena yang bersangkutan telah lama menunggak dan sulit ditemui.
“Nunggaknya sudah lama, kami pun sudah kasih toleransi, udah kasih kebijakan kalau misalkan kami mau kejam bisa karena kan limitnya juga gak ada. Kan mestinya bisa masuk penggelapan, tapi kami gak seperti itu, pasti kami ajak mediasi sama beliau, kan kapan sanggup bayarnya, ya sampai saat ini tidak ada pembayaran,” kata Didi.
Namun saat ini Didi dan Wahyudin telah bertemu dan ada kesepakatan untuk Wahyudin melunasi sisa hutangnya pada tanggal 11 Agustus.
“Kemaren ada bahasa tanggal 11 mau diberesin cuma nanti aja kita tunggu aja,” tambah Didi.
(Mg-Audindra/Red)
