Beranda Pilkada Serentak 2020 KPU Banten Perbolehkan Paslon Pasang Iklan Secara Mandiri di Media Daring

KPU Banten Perbolehkan Paslon Pasang Iklan Secara Mandiri di Media Daring

233
0
Ketua KPU Provinsi Banten Eka Satya Laksana (kiri) saat menghadiri kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengawasan iklan kampanye lewat media di Pandeglang.

PANDEGLANG – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Provinsi Banten memperbolehkan masing-masing Pasangan Calon (Paslon) Pilkada memasang iklan kampanye secara mandiri yang dibiayai secara pribadi di media Dalam Jaringan (Daring).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua KPU Provinsi Banten, Eka Satya Laksana saat menghadiri kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengawasan iklan kampanye lewat media dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten, Bawaslu Banten dan KPU Banten di salah satu hotel yang ada di Pandeglang.

Kata Eka, untuk menayangkan iklan kampanye yang dibiayai sendiri oleh pasangan calon di pemilihan serentak 2020 di masa pandemi berdasarkan PKPU nomor 13 tahun 2020 itu dibolehkan hanya untuk 2 jenis media yakni media sosial dan media daring.



“Iklan kampanye bisa ditayangkan secara mandiri oleh pasangan calon atau partai politik hanya dibatasi, kalau di medsos dia hanya boleh dipasang di akun-akun yang sudah didaftarkan ke KPU, Bawaslu dan kepolisian. Tapi kalau di media daring misalnya di portal berita atau website itu pasangan calon boleh memasang iklan sendiri dengan biaya sendiri dan dibatasi hanya 5 media daring. Jadi setiap harinya hanya satu Baner saja,” kata Eka, Jumat (20/11/2020).

Sedangkan untuk media cetak dan elektronik hanya bisa menayangkan iklan kampanye yang difasilitasi oleh KPU saja. Selain yang difasilitasi oleh KPU, kedua jenis media ini tidak diperbolehkan menayangkan iklan kampanye.

Selanjutnya, media juga masih bisa mengundang paslon untuk melakukan talk namun dengan catatan masing-masing paslon diberikan kesempatan dan jatah yang sama. Begitu pula dengan pemberitaan, media harus memberikan kesempatan yang sama pada masing-masing paslon.

“Kemudian terkait pemberitaan atau penyiarannya itu masing-masing media semua paslon mempunyai porsi yang sama bisa talk show atau monolog itu boleh mengundang paslon dan semua harus diberikan kesempatan jangan sampai hanya satu paslon saja,” ungkapnya. (Med/Red)