Beranda Hukum KPAI Kecam Aksi Neneng Suruh Anaknya Bersetubuh dengan Pacar dan Merekamnya

KPAI Kecam Aksi Neneng Suruh Anaknya Bersetubuh dengan Pacar dan Merekamnya

Ilustrasi. (Sumber: jawapos)

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam aksi Neneng Komala Dewi alias NKD yang meminta anaknya RH (16) berhubungan intim dengan pacar. Tak sampai di situ, ia juga merekam adegan itu menggunakan ponsel miliknya.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra mengatakan, seharusnya orang tua melindungi dan mengasuh anaknya. Ia menilai seharusnya dalam menjerat Neneng, pihak kepolisian bisa menambah satu per tiga hukuman pelaku.

“Orang tua juga menjadi pelaku. Itu seharusnya ada pemberatan satu per tiga dari hukuman asal,” kata Jasra, saat dihubungi awak media, Selasa (21/5/2024).

Jarsa mendorong agar kepolisian menjerat Neneng dengan undang-undang pornografi lantaran telah merekam perbuatan asusila yang dilakukan oleh anak dan pacar saat bersetubuh.

“Di samping soal merekam, itu bisa disangkakan ke undang-undang pornografi,” kata Jasra.

Diberitakan sebelumnya, seorang ibu bernama Neneng Komala Dewi alias Mama di Duren Sawit, Jakarta Timur, merelakan anaknya berinisial RH (16) disetubuhi pacarnya hingga hamil.

Neneng bahkan secara sadar merekam video persetubuhan tersebut dengan alasan untuk memenuhi kepuasan dirinya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut peristiwa persetubuhan ini terjadi pada bulan November 2023 lalu di sebuah indekos yang berada di Bekasi.

“Orang tua kandungnya ini sampai merekam persetubuhan yang dilakukan oleh anaknya dan pacar ini di tempat kos,” kata Nicolas kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Berdasar hasil pemeriksaan awal, lanjut Nicolas, Neneng mengaku jatuh hati kepada pacar anaknya. Wanita berusia 46 tahun itu pun telah mengetahui bahwa anaknya kerap bersetubuh dengan pacarnya.

Setelah mengetahui hal itu, Neneng justru meminta anaknya dan pacarnya kembali bersetubuh. Dia bahkan sampai niat mendatangi indekos pacar anaknya di Bekasi untuk merekam adegan mereka bersetubuh.

Singkat cerita pada April 2024 Neneng yang mengetahui anaknya hamil lantas berupaya untuk mengugurkannya. Dia meminta anaknya tersebut memakan nanas muda hingga meminum minyak kelapa.

Karena usahanya itu tak berhasil, Neneng lantas meminta bantuan temannya Nurhayati alias Nyai (54) untuk mencarikan obat penggugur kandungan.

Lagi-lagi usahanya itu gagal, RH akhirnya melahirkan anaknya yang masih berusia 26 minggu di kamar mandi rumahnya. Anak tersebut sempat dibawa ke Puskesmas namun akhirnya meninggal dunia.

Akibat dari perbuatannya, Neneng dan Nyai kekinian telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Metro Jakarta Timur.

Mereka dijerat dengan Pasal 76 c Juncto Pasal 80 Ayat 3 dan atau Pasal 77 a dan atau Pasal 76 b Juncto 77 b Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 531 KUHP. (Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News