SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih menghadapi kekurangan ratusan guru di jenjang SD hingga SMP. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang kini memetakan kebutuhan tenaga pendidik untuk mengetahui jumlah dan sekolah yang paling membutuhkan tambahan guru.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, kebutuhan guru di seluruh jenjang SD dan SMP masih mencapai ratusan orang.
“Ratusan. Dari jenjang SD sampai SMP ada ratusan kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan dari kita,” ujar Ahmad Nuri, Selasa (11/8/2026).
Menurut Nuri, angka tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga pengajar secara keseluruhan dan tidak seluruhnya berkaitan dengan kekurangan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di tengah kekurangan tersebut, Kota Serang mendapat tambahan tenaga pengajar dari Teach First Indonesia (TFI). Sebanyak 14 guru kini mengajar di sejumlah sekolah dasar, terutama di wilayah pinggiran.
Para guru TFI berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan akan mengajar selama dua tahun. Dindikbud menempatkan mereka di sejumlah wilayah, antara lain Kasemen, Serang, Gempol dan Karangantu.
“Alhamdulillah Kota Serang menjadi daerah terpilih dari organisasi internasional ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Mereka sudah mengerjakan di beberapa sekolah,” ujarnya.
Para pengajar TFI menjalankan tugas sebagai guru kelas sekaligus wali kelas di sekolah sasaran.
“Selama dua tahun mereka menjadi guru mata pelajaran dan guru wali kelas di masing-masing satuan pendidikan, terutama di SD,” kata Nuri.
Nuri menilai kehadiran 14 guru tersebut tidak sekadar menambah jumlah tenaga pengajar. Mereka juga membawa metode pembelajaran baru dan berbagi pengalaman dengan guru-guru di sekolah sasaran.
“Mereka melakukan praktik-praktik baik, mengonsolidasikan guru-guru yang ada di satuan pendidikan di Gempol misalkan. Mereka semua terus melakukan pendekatan-pendekatan yang fresh di sana,” ujarnya.
Pendekatan para guru TFI juga menyentuh persoalan motivasi siswa. Nuri mencontohkan, seorang guru yang mendatangi rumah siswa karena anak tersebut enggan bersekolah.
Pendekatan langsung itu mendorong siswa kembali mengikuti kegiatan belajar.
“Ini yang penting, menambah kegairahan mereka dan mereka terus membangun itu semua untuk menambah suasana baru di sekolah agar mereka juga mempercepat menyerap ilmu pengetahuan, terutama di jenjang SD,” katanya.
Namun, Nuri menegaskan, kehadiran guru TFI belum menyelesaikan persoalan kekurangan guru secara permanen. Pemkot Serang masih membutuhkan kebijakan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Dindikbud akan berkoordinasi dengan BKPSDM Kota Serang dan pemerintah pusat setelah menyelesaikan pemetaan kebutuhan guru di setiap sekolah.
“Kita konsultasi dulu. Kita ke BKPSDM, konsultasi ke kementerian. Bagaimana ketika misalkan ternyata ada kekurangan guru,” ujarnya.
Nuri menilai, pemerintah harus bergerak cepat. Kekurangan guru dapat meningkatkan beban mengajar karena satu guru harus menangani beberapa kelas sekaligus.
“Enggak mungkin juga kan. Ini saya kira yang harus kita bijaki dan harus ada kebijakan nasional untuk daerah-daerah yang kekurangan guru yang sekarang harus kita percepat pemenuhan kebutuhan gurunya tersebut,” tegasnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
