Beranda Komunitas Korban Tsunami yang Tinggal di Huntara Berharap Tinggal di Hunian Tetap

Korban Tsunami yang Tinggal di Huntara Berharap Tinggal di Hunian Tetap

425
0
Warga Pandeglang masih bertahan di hunian sementara.

 

PANDEGLANG – Hampir genap 1 tahun pasca kejadian tsunami, ratusan masyarakat yang menjadi korban hingga saat ini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara). Ratusan masyarakat ini berharap pemerintah segera membangunkan Hunian Tetap (Huntap) untuk mereka.

Seorang warga yang tinggal di Huntara, Maryanah menuturkan, dari 130 Huntara yang ada di Kampung Citanggok, Desa Citanggok, Kecamatan Labuan banyak diantaranya tidak ditinggali. Hal itu karena warga lebih memilih tinggal di rumah kerabat atau orangtuanya yang lebih dekat dengan pesisir.

Alasan mereka lebih memilih tinggal di pesisir dibandingkan di Huntara lebih pada faktor ekonomi, kebanyakan warga yang tinggal di Huntara berprofesi sebagai nelayan.

“Huntara yang disini semuanya ada 130, banyak yang kosong karena usahanya disitu (di laut sebagai nelayan) jadi kalau bolak-balik ongkosnya Rp20 jadi lebih milih tinggal di rumah orangtuanya atau saudara karena lebih dekat dengan laut,” kata Maryanah saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/12/2019).

Maryanah membeberkan, dari 130 Huntap yang ada hanya 100 Huntara saja yang ditinggali oleh warga, sedangkan sisanya lebih memilih pindah. Kata dia, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadang keluarganya harus meminjam pada tetangga karena penghasilan sebagai nelayan dianggap kurang mencukupi ditambah lagi ongkos yang harus dikeluarkan setiap harinya untuk pergi melaut dari Huntara ke pesisir lumayan cukup memberatkan.

“Ya sekitar 100 kamar lah diisi Suami nelayan, kadang dapat kada engga, kadang juga kurang mas. Paling kalau ada teman yang ngasih pinjam saya ngutang dulu ke temen,” bebernya.

Maryanah hanya berharap pemerintah segera membangunkan Hunian Tetap bagi mereka agar ia dan keluarga lain bisa hidup lebih layak dibandingkan dengan sekarang.

“Paling saya pengennya Huntap cepat-cepat, ya gimana sih disini ya banyak nyamuk terus sempit namanya kan cuman satu kamar dan saya ada lima orang satu keluarga,” harapnya.

Warga lain, Tarni mengutarakan harapan mereka bisa menerima bantuan Kemabli dari pemerintah khususnya bantuan bahan pokok. Tarni mengaku setelah lebaran Idul Fitri kemarin dia dan penghuni Huntara yang lain sudah tidak lagi menerima bantuan baik dari pemerintah maupun pihak lain.

“Sekarang jarang ada bantuan semenjak idul Fitri, kurang beras terus suami jarang ke laut karena musim barat. (Untuk memenuhi kebutuhan) paling pinjem duit, kadang ngutang ke bank keliling atau menjual barang yang ada,” ujarnya. (Med/Red)