Beranda Pemerintahan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang Makin Berani Lapor

Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Pandeglang Makin Berani Lapor

Kantor DP2KB3A Kabupaten Pandeglang. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang mencatat 50 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2026. Kasus yang masuk didominasi perundungan (bullying), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga pelecehan seksual.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Firmansyah mengatakan, masyarakat kini semakin berani melaporkan berbagai bentuk kekerasan yang mereka alami maupun yang mereka ketahui.

“Sekarang ini sudah banyak yang melaporkan. Sampai saat ini sudah masuk 50 laporan. Kategorinya ada bullying, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, termasuk kasus bapak terhadap anaknya,” kata Firmansyah, Kamis (6/8/2026).

Firmansyah mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan kepada korban.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

DP2KBP3A, lanjut Firmansyah, langsung memberikan pendampingan kepada setiap korban. Pendampingan itu mencakup layanan psikologis, perlindungan, hingga proses pemulihan agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Kami memberikan pendampingan oleh psikolog yang kompeten dan membantu korban sampai proses pemulihan,” katanya.

Meski begitu, Firmansyah menegaskan upaya menekan angka kekerasan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Ia meminta sekolah dan keluarga mengambil peran lebih besar untuk mencegah bullying maupun berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

“Proses pencegahan bukan hanya ada di kami. Kami lebih banyak membantu di hilir melalui perlindungan korban. Di hulunya, peran sekolah dan orang tua sangat penting untuk mengawasi serta membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak,” tegasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd