Beranda Hukum Korban Dugaan Pencabulan Dukun di Lebak Disetubuhi Berulang Selama 6 Bulan

Korban Dugaan Pencabulan Dukun di Lebak Disetubuhi Berulang Selama 6 Bulan

Usilawati, bibi korban pencabulan di Lebak. (Sandi/bantennews)

LEBAK — Keluarga korban dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang dukun di Kabupaten Lebak mengungkap dugaan pemerkosaan berulang terhadap korban. Keluarga menyebut pelaku EP diduga menyetubuhi korban dua kali setiap pekan selama sekitar enam bulan.

Bibi korban, Usilawati mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah kondisi korban memburuk. Awalnya, korban mengalami sakit lambung dan keluarga membawanya ke rumah sakit di Malingping untuk menjalani pemeriksaan darah.

“Hasilnya memang sakit lambung dan diperbolehkan pulang,” kata Usilawati saat ditemui di rumahnya, Kamis (1/10/2026).

Namun, kondisi korban tidak membaik setelah pulang. Keluarga kemudian membawa korban ke puskesmas hingga dokter memutuskan korban harus menjalani perawatan.

Karena kondisi korban tak kunjung membaik, keluarga meminta pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan justru mengungkap korban dalam kondisi hamil.

“Dari hasil USG, perawat menyampaikan bahwa korban tidak sakit, melainkan hamil. Bahkan janin yang berada dalam perutnya dinyatakan sudah meninggal,” ujarnya.

Keluarga kemudian meminta korban mengungkap siapa yang melakukan hubungan seksual terhadapnya. Awalnya, korban menyebut EP hanya sekali melakukan hubungan seksual terhadap dirinya.

Namun setelah keluarga kembali meminta penjelasan, korban mengungkap dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi berulang kali.

“Awalnya korban mengatakan pelakunya EP dan baru satu kali disetubuhi. Keluarga terus bertanya dan akhirnya korban berterus terang kalau EP melakukan aksinya dua kali seminggu selama enam bulan,” ungkap Usilawati.

Keluarga berharap aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara tuntas dan memberikan hukuman sesuai ketentuan hukum jika penyidik dan pengadilan membuktikan perbuatan pelaku.

“Saya minta agar pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegas Usilawati.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd