Beranda Bisnis Kopi Bakar Bapak Endut, Tempat Nongkrong Asyik di Pandeglang

Kopi Bakar Bapak Endut, Tempat Nongkrong Asyik di Pandeglang

1434
0
Pengunjung di Kafe Kopi Bakar Bapak Endut. (Memed/bantennews.co.id)

 

PANDEGLANG – Kedai Kopi Bakar (Kopbak) Bapak Endut yang berlokasi di perhutani samping Alun-alun Pandeglang bisa dijadikan salah satu lokasi nongkrong bagi pecinta kopi.

Menu dan dan konsepnya yang klasik bisa menjadi pertimbangan bagi pecinta kopi untuk datang ke lokasi ini. Harga yang tidak sampai mencekik kantong juga bisa menjadi pertimbangan bagi anda.



Menu makanan yang disajikan di Kopi Bakar Bapak Endut diantaranya ruak cireng, pisang goreng, churros, pancong rasa, gemblong (uli), roti bakar, mie bakar dan bakwan.

Sedangkan jenis minuman yang bisa dipesan pelanggan diantaranya kopi bakar, nampuyak Coffee, cafilamure, sangen, bir pletok, original coklat dan infuse water.

Pemilik Kedai, Gingin menjelaskan, alasan pemilihan konsep klasik dan menu tradisional di kedainya lebih pada pemasaran. Karena menurutnya, banyak kedai kopi yang memilih konsep modern sehingga dirinya ingin menjadikan Kopbak ini bisa berbeda dengan yang lain.

“Karena konsep klasik paling mudah ga terlalu banyak main ornamen, saat ini kebanyakan kedai kopi lebih memilih konsep modern jadi ini salah satu trik pemasaran,” kata Gingin saat ditemui di kedainya, Sabtu (18/7/2020).

Dia menceritakan bahwa nama Kopi Bakar Bapak Endut diambil dari nama bapaknya sendiri yang akrab di sapa Bapak Endut di Kecamatan Cibaliung. “Jadi orang-orang di Cibaliung panggil bapak saya bapak Endut jadi diambil dari sana akhirnya jadi brand,” jelasnya.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi bakar di kedai ini bisa datang mulai dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Kebanyakan kopi yang disajikan di lokasi ini menggunakan kopi lokal yang berasal dari sekitaran Banten.

“Andalan disini, kopi lokal tegal lumbu Bayah, robusta dari Cibaliung. Kalau makanan yang paling banyak dipesan pengunjung itu pisang rangu, pancong dan mie bakar. Pemesan kopi rata-rata kalau weekend 100 sampai 200 cangkir bisa terjual tapi setelah pandemi lumayan harus ekstra,” ungkapnya. (Med/Red)