Beranda Olahraga KONI Banten Targetkan Masuk 5 Besar pada PON 2032

KONI Banten Targetkan Masuk 5 Besar pada PON 2032

Wakil Ketua Umum III KONI Provinsi Banten, Asep Abdullah Busro.
CILEGON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten terus mematangkan program pembinaan untuk para atlet muda dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya akan dilaksanakan di Provinsi Banten pada 2032 mendatang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum III KONI Provinsi Banten, Asep Abdullah Busro kepada wartawan. Ia mengatakan bahwa sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON 2032 nanti, Banten tidak hanya ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meraih prestasi gemilang di tingkat nasional.

“Sesuai arahan Pak Gubernur Banten, Andra Soni, kita (KONI Banten) tidak hanya menjadi tuan rumah saja, melainkan juga harus bisa masuk peringkat lima besar pada PON 2032. Sebagai sasaran antara, Banten juga menargetkan tembus posisi 10 besar pada PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Asep usai menghadiri Rapat Koordinasi KONI 2026 yang digelar di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan, untuk merealisasikan target tersebut, KONI Banten mengimbau seluruh KONI kabupaten/kota agar segera mengambil langkah taktis dalam pembinaan atlet sejak usia dini secara sistematis melalui Program Pelatihan Jangka Panjang (PPJP) yang dilakukan secara intensif.

“Kita menginginkan KONI kabupaten/kota mulai melakukan pembinaan yang ketat terhadap para atlet muda agar kemudian dapat dikirim untuk berkompetisi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Atlet-atlet terbaik di level provinsi inilah yang nantinya akan diproyeksikan mewakili Banten di kancah PON,” tambah Asep.

Dalam upaya penyaringan ini, KONI Provinsi Banten mengeluarkan imbauan tegas agar KONI kabupaten/kota tidak mengambil jalan pintas dengan mengimpor atau menggunakan atlet “cabutan” dari luar daerah demi mengejar medali sesaat.

Baca Juga :  Danny Juswanto Diharapkan Sapu Bersih Emas Catur untuk Banten

“Kita harapkan atlet yang dibina merupakan putra-putri asli Banten. Jangan karena mengejar target medali lalu secara insidental menggunakan atlet cabutan. Harus ada komitmen bersama untuk membina atlet dari daerah sendiri secara berjenjang,” tegas pihak KONI Banten.

Sebagai strategi konkret untuk melahirkan atlet mandiri, KONI Banten menerapkan pembinaan jangka panjang tahunan untuk seluruh cabang olahraga (cabor) anggotanya. Dukungan anggaran juga terus disalurkan, baik untuk atlet, pelatih, maupun kepengurusan.

Selain itu, kepengurusan baru KONI Banten kini tengah membangun koordinasi erat dengan Dinas Pendidikan (Dindik) di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi.

“Kerja sama ini bertujuan untuk membuka program ekstrakurikuler cabor di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Melalui program ini, pelajar dan mahasiswa diharapkan dapat memilih dua hingga tiga cabor dalam kegiatan pembelajaran mereka,” ujarnya.

Bagi pelajar yang sudah fokus menjadi atlet daerah, KONI Banten memastikan adanya diskresi atau hak istimewa (privilege) saat mereka harus mengikuti program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Diskresi ini diberikan agar atlet dapat fokus berlatih tanpa khawatir mengorbankan masa depan akademiknya.

KONI Banten juga menyiapkan apresiasi, perhatian khusus, serta penghargaan (reward) nyata bagi atlet peraih medali emas dan prestasi lainnya. Jaminan tersebut berupa kemudahan masuk sekolah dan perguruan tinggi melalui jalur khusus prestasi olahraga tanpa harus melalui jalur reguler.

Mengenai penetapan cabor yang akan dikirim pada PON 2028 NTT–NTB, KONI Banten akan melakukan evaluasi secara bertahap berdasarkan hasil Porprov serta menyinkronkannya dengan cabor yang ditetapkan oleh tuan rumah dan KONI Pusat.

“Setiap cabor yang akan diikutsertakan nantinya wajib melalui proses seleksi ketat pada Babak Kualifikasi (BK) PON,” katanya.

Baca Juga :  Aliansi Suporter Banten Selatan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

KONI Banten mengaku sangat optimistis menatap target-target besar ke depan. Belajar dari pengalaman PON Aceh–Sumut lalu, ketika Banten hampir menembus posisi 10 besar dan harus puas berada di peringkat ke-11 karena kendala teknis penentuan peringkat, KONI yakin target kali ini dapat tercapai.

“Dengan semangat sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pengurus cabang olahraga, Provinsi Banten optimistis mampu menembus posisi 10 besar pada PON 2028 serta meraih prestasi terbaik di rumah sendiri pada PON 2032 mendatang,” pungkasnya.

Tim Redaksi