LEBAK – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran terhadap keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah. Namun, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Kabupaten Lebak memastikan seluruh jemaah umrah asal Lebak yang diberangkatkan melalui lima Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) resmi telah kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman.
Kepala KHU Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, menyampaikan bahwa seluruh jemaah yang berangkat melalui jalur resmi sudah tiba kembali di Indonesia.
“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Lebak, seluruh jemaah umrah dari lima KBIHU resmi yang terdaftar sudah kembali ke Tanah Air. Terakhir, jemaah KBIHU Mirpad tiba di Indonesia pada 27 Februari 2026,” ujar Halimatussadiah saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun pemberangkatan melalui jalur resmi dinyatakan aman, terdapat beberapa jemaah asal Lebak yang berangkat melalui skema travel konsorsium. Dalam skema tersebut, jemaah dihimpun dari Lebak, tetapi proses pemberangkatan dilakukan dari luar daerah sehingga tidak tercatat dalam sistem pelaporan kantor kementerian di tingkat kabupaten.
“Mereka berangkat melalui konsorsium dari masing-masing travel dan tidak melaporkan keberangkatan kepada kami. Jadi itu berada di luar tanggung jawab dan pengetahuan kami,” jelasnya.
Sementara itu, Fauzi, pemilik Travel Haji dan Umrah Bani Matin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberangkatkan belasan jemaah pada awal Ramadan dan seluruhnya telah kembali dengan selamat.
“Kami memberangkatkan belasan jemaah saat awal Ramadan. Alhamdulillah, semua sudah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujarnya.
Fauzi menambahkan, untuk sementara waktu pihaknya tidak akan memberangkatkan jemaah hingga situasi di Timur Tengah dinilai aman dan terkendali.
“Akibat situasi yang mengkhawatirkan akibat konflik Timur Tengah, kami tidak akan memberangkatkan jemaah sampai situasi benar-benar aman. Semua jemaah tentu menginginkan ibadah yang aman dan nyaman,” katanya.
Ia berharap konflik yang terjadi dapat segera mereda agar perjalanan umrah kembali normal tanpa kekhawatiran, baik dalam perjalanan maupun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga semuanya bisa cepat selesai, agar perjalanan umrah kembali normal dan para jemaah tidak lagi merasa khawatir dalam menjalankan ibadah,” pungkasnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
