TANGSEL — Di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tangerang Selatan mengimbau jemaah umrah asal Tangerang Selatan untuk menunda keberangkatan hingga kondisi dinilai lebih aman.
Kepala Kemenhaj Tangsel, Rizki Waludin, mengatakan imbauan tersebut terutama ditujukan kepada calon jemaah yang memiliki rute penerbangan transit di Doha.
“Mereka diimbau untuk menunda keberangkatan, terutama yang transit di Doha,” ujar Rizki, Selasa (3/3/2026).
Menurut Rizki, hingga saat ini penerbangan komersial di sejumlah negara Timur Tengah masih beroperasi. Namun, pengawasan ruang udara diperketat menyusul eskalasi konflik di kawasan tersebut.
“Arab Saudi mungkin masih membolehkan penerbangan masuk, tetapi dengan pengawasan ketat. Daripada mengambil risiko, sebaiknya ditunda sampai situasi dinyatakan aman,” katanya.
Terkait kabar puluhan ribu jemaah umrah yang disebut terdampak situasi tersebut, Rizki mengaku belum menerima laporan spesifik mengenai jemaah asal Tangerang Selatan.
“Belum ada laporan, baik yang sedang berada di sana, yang hendak pulang, maupun yang akan berangkat. Belum ada informasi spesifik terkait jemaah dari Tangsel,” ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan umrah sebagai langkah kehati-hatian. Pemerintah menyatakan kebijakan tersebut diambil demi memastikan keselamatan warga negara.
Pemerintah turut meminta jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi serta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik.
Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
