Beranda Pemerintahan Komisi X DPR RI Soroti Ribuan Lulusan SMP di Pandeglang Tak Lanjut...

Komisi X DPR RI Soroti Ribuan Lulusan SMP di Pandeglang Tak Lanjut Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG – Sebanyak 1.407 lulusan SMP di Kabupaten Pandeglang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK pada 2026. Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menyoroti kondisi tersebut dan mendesak pemerintah memastikan bantuan pendidikan menjangkau anak-anak yang terancam putus sekolah.

Perempuan yang akrab disapa Aci itu menilai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius, terutama di tengah besarnya anggaran pendidikan dan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP).

“Ini mengkhawatirkan. Di satu sisi, pemerintah sedang giat-giatnya meningkatkan anggaran pendidikan melalui mandat 20 persen di APBN dan APBD. Berbagai program juga sudah diluncurkan, tetapi ternyata masih ada anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan,” kata Aci, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menelusuri penyebab ribuan lulusan SMP itu tidak melanjutkan sekolah. Persoalan ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjalankan program wajib belajar 13 tahun, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA atau sederajat.

Aci meminta pemerintah mengevaluasi penyaluran PIP agar bantuan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan. Ia menegaskan, pemerintah perlu menggunakan data 1.407 lulusan tersebut untuk mengidentifikasi calon penerima bantuan.

“Program-program ini harus tepat sasaran. Harus mengacu kepada seribu sekian anak tersebut agar bantuan PIP bisa didapatkan oleh mereka,” ujarnya.

Namun, bantuan biaya pendidikan saja tidak cukup. Adde Rosi juga menyoroti pola pikir sebagian keluarga yang menganggap pendidikan tinggi tidak penting selama anak bisa bekerja atau menikah.

“Masih banyak keluarga yang berpikir tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Yang penting nanti bisa bekerja di pabrik atau bahkan menikah lebih cepat,” tuturnya.

Ia meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada orang tua agar mereka memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan anak. Pemerintah juga perlu memastikan kendala ekonomi tidak memaksa anak berhenti sekolah setelah lulus SMP.

Baca Juga :  Sekda Pandeglang Buka Suara soal Viral Konten TikTok Diduga Libatkan Oknum ASN RSUD Berkah

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd