Beranda Pemerintahan Kominfo Banten Akui Ada Gangguan Server PPDB Online SMA/SMK

Kominfo Banten Akui Ada Gangguan Server PPDB Online SMA/SMK

182
0
Ilustrasi - foto istimewa radarcirebon.com

SERANG – Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Statistik dan Persandian Banten mengakui adanya gangguan server pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online SMA/SMK. Gangguan tersebut lantaran banyaknya warga yang mengakses situs dengan alamat http://ppdb.bantengrov.go.id tersebut.

Gangguan ini juga terjadi karena adanya pemindahan server development ke produksi. Untuk atasi gangguan server itu, pengelola menambah kapasitas server.

“Tadi pagi memang ada (gangguan-red) dari jam 3 sampai jam 7 pagi. Terus Ada penguatan server sekarang kita pantau sudah normal. Error karena banyak yang akses. Error terakhir (yang akses-red) 6 ribu. Jadi ada antrian, proses jalan tapi yang akses cuma yang bisa diproses sekitar nggak lebih 3 ribu. Bergerak. Sekarang bertambah jadi lebih banyak yang bisa masuk,” ujar Dar Es Salam, Kasi Pengelolaan Teknologi Informatika pada Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Statistik dan Persandian Banten, Kamis (21/6/2018).

Dikatakan, saat ini pihaknya telah menambah dari dua servernya menjadi 10 server dengan kapasitas bandwith hingga 10 Giga. Dikatakan, hingga kini baru tiga server yang terpakai dengan kapasitas 200 Mega.

“Sekarang sudah normal. Dan ada penambahan server.  Kita siapkan 10 server. Tadinya dua server, ternyata nggak sanggup. Sampai sat ini sudah 19 ribu yang daftar,” ujarnya.

Dikatakan, tahun lalu proses PPDB online juga mengalami gangguan namun permasalahannya yang berbeda. “Tahun lalu mati sama sekali. Sekarang memang kita kan awalnya 2 server. Kapasitasnya juga masih kecil di server, kita pindahkan ke server besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh server berada di Kominfo Banten. Untuk memastikan bahwa proses PPDB ini lancar timnya terus melakukan pemantauan pergerakan akses website.

“Tim kita lagi mantau terus pergerakannya. Tadi sudah konfirmasi sudah beberapa sekolah sudah normal. Paling ada beberapa yang mungkin karena akses internal di sekolah yang kurang bagus. Kalau akses internet di internalnya kenceng, bagus cepet,” ungkapnya. (ink/red)