Beranda Gaya Hidup Komentar Nyinyir Pertanda Iri atau Gangguan Jiwa?

Komentar Nyinyir Pertanda Iri atau Gangguan Jiwa?

Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Di Media sosial seakan bebas untuk berkata apapun. Bahkan membuat banyak orang dengan mudah merespons suatu hal. Bukan hanya berupa respons positif tapi juga negatif. Lihat saja komentar pedas alias nyinyir yang membanjiri berbagai media sosial selebritas.

Ada yang berpendapat bahwa orang yang suka nyinyir atau mengomentari sesuatu secara brutal karena ada gangguan pada kejiawaannya. Segelintir orang punya pandangan berbeda dan menganggap hal itu terjadi hanya karena rasa iri.

” Sebenarnya, nyinyir bukanlah suatu gangguan kejiwaan, melainkan murni variasi dari sifat manusia. Akan tetapi nyinyir bisa jadi merupakan salah satu sifat dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan seperti personality disorder (gangguan kepribadian) atau bipolar,” ungkap dokter Karin Wiradarma, dikutip dari dream.co.id.

Apabila kamu termasuk orang yang mudah nyinyir? Mulailah berubah dari sekarang. Jangan biarkan sifat nyinyir tersebut hinggap berlarut-larut dalam diri. Bersihkan aura negatif dari dalam diri, dan masukkan semua hal positif ke dalam diri.

” Bersyukurlah atas segala hal yang kamu miliki, yang paling sederhana sekalipun. Berhentilah membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain,” ungkap dokter Karin Wiradarma.

Daripada mengomentari orang lain, lebih baik mencari kesibukan yang bersifat positif, misalnya dengan mengikuti komunitas yang sesuai hobi atau bergabung di kegiatan sosial. Aktivitas ini dapat mengalihkan pikiran negatif dan tentunya membuat hidup kamu menjadi lebih bahagia.

Kebiasaan nyinyir ternyata bukanlah bentuk dari gangguan kejiwaan. Meski demikian, orang yang mengidap gangguan kepribadianatau bipolar kerap melakukannya.

Nah, bila Anda sering nyinyir dan sulit mengendalikannya, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. (Red)