Beranda Peristiwa KMP Batumandi Terbakar, ASDP Tunggu Hasil Investigasi dan Siapkan Ganti Rugi

KMP Batumandi Terbakar, ASDP Tunggu Hasil Investigasi dan Siapkan Ganti Rugi

KMP Batumandi yang terbakar di perairan Merak. (Foto: Istimewa)

CILEGON – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon. Kapal berusia sekitar 14 tahun itu masih menjalani proses pendinginan sebelum dipindahkan ke galangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang terjadi pada Selasa (20/10/2026). Investigasi diperlukan untuk mengetahui sumber munculnya asap dan api di kapal yang mengangkut ratusan penumpang serta puluhan kendaraan tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo. (Foto: Maulana/BantenNews.co.id)

“KMP Batumandi sendiri usianya kurang lebih 14 tahun,” kata Heru seusai menghadiri kegiatan pemberian apresiasi kepada para nelayan yang membantu proses evakuasi penumpang di D’Jetty, Medaksa, Pulomerak, Kota Cilegon, Rabu (21/10/2026).

Heru menjelaskan, KMP Batumandi terakhir menjalani docking atau perawatan di galangan kapal pada Maret 2026. Menurut dia, perbaikan dan perawatan telah dilakukan untuk memastikan kapal dapat beroperasi dengan baik.

Meski demikian, ASDP tetap menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Setelah kondisi kapal memungkinkan untuk dipindahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), KNKT, serta kepolisian guna mendukung proses investigasi.

“Terakhir docking bulan Maret 2026 lalu. Kalau nanti sudah dingin, sudah bisa dipindahkan ke galangan, kami nanti koordinasi dengan KSOP, KNKT, dan kepolisian untuk bisa melakukan investigasi supaya kita bisa tahu penyebab sesungguhnya apa,” ujarnya.

ASDP Siapkan Ganti Rugi bagi Penumpang

Selain menunggu hasil investigasi, ASDP memastikan seluruh penumpang KMP Batumandi selamat dalam peristiwa tersebut. Dari total 420 penumpang, tiga orang masih menjalani perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga :  Banding Ditolak, Penyelundup Sabu di Merak Tetap Divonis Seumur Hidup

Heru mengatakan, setelah proses evakuasi di Pelabuhan Merak, ASDP langsung melakukan pendataan terhadap para penumpang. Saat ini, perusahaan masih memproses verifikasi data untuk menghitung kerugian yang dialami penumpang, termasuk kerusakan atau kehilangan barang pribadi akibat kebakaran.

“Semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing, hanya tinggal tiga yang perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena mungkin ada beberapa yang harus diperiksa lebih lanjut. Kemungkinan ada yang keseleo, retak tulang. Kami pastikan untuk mendapatkan perawatan yang baik,” katanya.

Menurut Heru, pendataan penumpang telah diselesaikan. Namun, masih ada sejumlah data terkait kerugian dan barang pribadi yang belum disampaikan oleh penumpang untuk keperluan verifikasi.

ASDP bersama pihak terkait, termasuk Jasa Raharja, akan melanjutkan proses pendataan dan pemeriksaan dokumen sebelum menentukan besaran ganti rugi. Karena proses verifikasi masih berlangsung, nilai total kerugian akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.

“Pendataan sudah beres, tinggal beberapa terkait dengan ganti rugi karena beberapa masyarakat mereka masih ada yang belum menyampaikan datanya, termasuk data barang pribadi yang belum disampaikan ke pihak Jasa Raharja,” ucap Heru.

Untuk mempermudah proses pengajuan ganti rugi, ASDP menyediakan layanan hotline bagi penumpang yang terdampak. Penumpang dapat menyampaikan data dan dokumen pendukung melalui alamat surat elektronik yang disediakan perusahaan.

Heru mengatakan, ASDP akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk menghubungi penumpang secara proaktif guna memastikan proses pendataan dan verifikasi berjalan dengan baik.

“Sejauh ini Jasa Raharja Putra masih berproses melakukan pendataan, verifikasi terkait dengan barang-barang atau harta benda yang ikut berdampak pada kejadian ini. Belum bisa kami pastikan karena masih dalam proses verifikasi Jasa Raharja,” ujarnya.

ASDP menyatakan akan memproses ganti rugi atas kerugian penumpang sesuai hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan bersama pihak terkait.

Baca Juga :  Arus Mudik 2025 di Banten Cenderung Sepi dan Terkendali

ASDP Audit Kapal dan Fasilitas Pelabuhan

Pasca kebakaran KMP Batumandi, ASDP juga berencana mengaudit kapal-kapal yang beroperasi dalam layanan penyeberangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh armada dan fasilitas pelabuhan memenuhi standar keselamatan, keamanan, serta pelayanan.

Heru menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional penyeberangan. Karena itu, pemeriksaan akan mencakup kesiapan kapal dan fasilitas pendukung di pelabuhan.

“Ini harga yang tidak boleh ditawar-tawar. Ini menjadi salah satu mandatori dari Danantara bahwa aspek 3S (Safety, Security, Service) ini jangan dibuat sepele. Tentu kita pastikan bahwa alat operasional kami, baik kapal maupun pelabuhan, betul-betul memenuhi aspek 3S,” tegasnya.

Sementara itu, operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak dipastikan tetap berjalan normal setelah kebakaran KMP Batumandi. Seluruh dermaga tetap beroperasi, termasuk Dermaga VI yang semula menjadi tujuan sandar kapal tersebut.

ASDP kini berfokus pada dua hal, yakni mendukung investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menyelesaikan penanganan penumpang terdampak, termasuk proses verifikasi kerugian dan pemberian ganti rugi.

Penulis: Maulana
Editor: Wahyudin