KAB. SERANG – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkap dua jalur utama penyebaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Diketahui, melalui temuan ini menjelaskan sumber kontaminasi yang telah menjalar ke 22 pabrik dan 13 titik lapak besi serta barang bekas di wilayah tersebut.
“Kami melihat jalur kontaminasi Cs-137 terjadi melalui udara (airborne), akibat aktivitas industri di sekitar kawasan (modern Cikande) ini,” ucap Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, di Cikande, Senin (20/10/2025) kemarin.
Selain udara, Rasio menjelaskan, penyebaran Cs-137 juga terjadi melalui slag atau limbah hasil peleburan logam yang digunakan untuk penimbunan lahan di permukiman dan lapak rongsokan.
“Dua faktor inilah (udara dan slag), yang menjadi penyebab utama perpindahan kontaminasi,” katanya.
Untuk menekan risiko paparan, KLH bersama Satgas Penanganan Bahaya Radiasi telah menyiapkan relokasi sementara bagi warga di sekitar titik dekontaminasi.
Kata dia, langkah tersebut dilakukan supaya masyarakat tidak terpapar debu radioaktif selama proses pemindahan material terpapar berlangsung.
“Fokus kami adalah melindungi kesehatan masyarakat, petugas di lapangan, serta menjamin keberlangsungan industri di kawasan Cikande,” tegasnya.
Lebih jauh Rasio menuturkan, KLH bersama Satgas Radiasi telah mengevakuasi 248,4 ton material terkontaminasi Cs-137 dari 13 titik berbeda di Cikande. Dari material berbahaya itu, kata dia, kini disimpan sementara di fasilitas interim storage PT Peter Metal Teknologi (PMT) menggunakan drum dan kantong besar untuk menghindari paparan lanjutan.
Rasio menjelaskan, tim juga menerapkan portal monitoring untuk mengendalikan pergerakan material yang berpotensi terkontaminasi, serta melakukan survei menyeluruh pada lokasi-lokasi yang dicurigai terpapar cs-137 tersebut.
“Kami terus memetakan area terdampak dan melakukan dekontaminasi baik di dalam maupun di luar pabrik,” sampainya.
Dengan begitu, Rasio mengklaim stgas kini bergerak melalui empat bidang kerja, yakni tim survei permukaan, tim dekontaminasi luar pabrik, tim dekontaminasi dalam pabrik, dan tim pengawasan pergerakan material.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Satuan Kimia Biologi Radiasi Nuklir (KBRN) Gegana Brimob, Kombes Pol Yopie Indra Prasetya mengaku pihak dan timnya tengah melakukan dekontaminasi di empat titik di luar kawasan industri modern Cikande.
Menurutnya, di lokasi C1 (atau L), proses pengupasan tanah (stripping) telah rampung dan laju dosis radiasi turun di bawah ambang batas.
Hal itu ia pastikan dengan menguji sampel tanah yang kini diuji di BRIN sebelum dinyatakan aman.
“Sementara di lokasi F, stripping sudah dilakukan, namun muncul air dari tanah sehingga disepakati akan dilakukan penyemenan dan penelitian lanjutan oleh BRIN,” jelasnya.
Adapun di lokasi F3, dekontaminasi masih berlangsung karena laju dosis masih tinggi, sementara di lokasi E masih menunggu relokasi warga disekitar kediamannya yang terdampak paparan.
Selain itu, Gegana Brimob juga menangani dua pabrik di kawasan Industri Modern Cikande dengan progres dekontaminasi masing-masing 50 persen dan 80 persen.
Penulis: Rasyid
Editor: TB Ahmad Fauzi
