
SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengklaim berhasil menekan belanja hingga sekitar Rp200 miliar lewat efisiensi besar-besaran di sektor energi dan operasional.
Anggaran hasil penghematan itu rencananya langsung dialihkan ke program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi mengungkapkan, efisiensi dilakukan dengan memangkas sejumlah pos pengeluaran yang selama ini dinilai membebani anggaran, seperti perjalanan dinas, bahan bakar minyak (BBM), hingga pembayaran listrik.
“Dari perjalanan dinas, BBM, sampai listrik, total efisiensi yang kita capai kurang lebih Rp200 miliar,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Deden menegaskan, dana tersebut tidak akan mengendap. Pemprov Banten menyiapkan realokasi untuk memperkuat program prioritas, terutama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu yang disasar adalah program sekolah gratis, termasuk penguatan program unggulan seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
“Kalau bisa langsung menyentuh masyarakat, tentu itu yang kita dorong,” tegasnya.
Meski begitu, Pemprov belum akan langsung menggeser anggaran dalam waktu dekat. Deden memastikan seluruh hasil efisiensi akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam skema Anggaran Perubahan (APBD Perubahan).
“Nanti kita akumulasi dan masukkan di anggaran perubahan, karena tetap harus melalui mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Langkah efisiensi ini menjadi sinyal pergeseran kebijakan belanja daerah dari pola konsumtif menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak.
Publik kini menunggu sejauh mana realokasi Rp200 miliar tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd