Beranda Pendidikan KKM 24 Untirta Beri Pelatihan Penanaman Benih Cabai pada Warga

KKM 24 Untirta Beri Pelatihan Penanaman Benih Cabai pada Warga

954
0
KKM 24 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

SERANG – KKM 24 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memberikan pelatihan penanaman benih cabai kepada warga Kampung Ciakar, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Sabtu (10/8/19).

Mengingat saat ini harga cabai cukup tinggi. Sebab itu, KKM 24 Untirta mengadakan pelatihan penanaman benih cabai kepada warga kampung Ciakar.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Penanaman 1000 Benih yang diselenggarakan oleh KKM 24 Untirta sendiri.

Dalam kesempatan itu, Nengsih Naibaho selaku pembicara yang merupakan mahasiswi jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Untirta menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi biaya belanja harian keluarga.

“Kalau ibu-ibu bisa mempraktikannya terus-menerus di rumah banyak sekali manfaaat yang dapat diambil, selain mengisi waktu luang bagi ibu rumah tangga, kegiatan ini juga dapat mengurangi biaya belanja harian, bahkan bisa dijadikan usaha untuk menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Warga tidak hanya dilatih untuk dapat menanam dengan baik dan benar, mereka juga diberikan edukasi mengenai penanganan hama, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi ‘Rumah Hijau’ serta dibagikan poly bag dan benih cabai kecil dan besar.

Kegiatan ini cukup mendapat respons yang baik dari warga Kampung Ciakar, salah satunya ialah ibu Enung.

Menurutnya pelatihan penanaman benih cabai merupakan kegiatan positif dan sangat bermanfaat.

“Acaranya sangat bagus, banyak manfaat untuk ibu-ibu Kampung Ciakar, apalagi harga cabai lagi mahal, jadi saya bisa punya pohon cabai sendiri, tadi juga dibagikan benih dan tempat menanamnya, semoga ibu-ibu disini bisa membuat rumah hijau di halaman rumahnya” kata Enung.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Reynaldi selaku perwakilan KKM 24 Untirta mengaku puas dengan terselenggaranya kegiatan ini karena antusias warga yang sangat besar.

Reynaldi juga berharap ibu-ibu di Kampung Ciakar dapat menjadi ibu rumah tangga yang mandiri melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

(Red)