Beranda Advertorial KKB x BIF 2026 Raup Transaksi Rp15,85 Miliar, Peluang Investasi Triliunan Rupiah

KKB x BIF 2026 Raup Transaksi Rp15,85 Miliar, Peluang Investasi Triliunan Rupiah

Kepala BI Banten Sofwan Kurnia (ketiga kiri) menghadiri acara penutupan KKB x BIF 2026 di Bintaro, Tangsel. (Istimewa)

TANGSEL – Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026 mencatat transaksi Rp15,85 miliar selama tiga hari penyelenggaraan pada 9–11 Oktober 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall 2, Tangerang Selatan (Tangsel). Capaian itu melampaui target Rp14,7 miliar dengan realisasi 107,84 persen.

Selain mendorong penjualan produk lokal, forum yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ini menjaring peluang ekspor, mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, dan menawarkan proyek investasi bernilai besar.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, menyebut transaksi tahun ini meningkat 2,28 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencapai Rp15,5 miliar.

“Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa penguatan ekosistem UMKM melalui perluasan akses pasar, promosi produk, dan pertemuan bisnis dapat memberikan hasil yang konkret,” kata Ardiansyah.

Business matching ekspor menyumbang transaksi terbesar, yakni Rp7,75 miliar. Business matching pasar domestik menyusul dengan Rp5,86 miliar. Penjualan daring mencapai Rp1,52 miliar, sedangkan penjualan langsung di lokasi tercatat Rp728,98 juta.

Dari transaksi langsung tersebut, pembayaran melalui QRIS mencapai Rp498,14 juta, debit dan transfer Rp74,79 juta, serta tunai Rp156,05 juta. Selain transaksi perdagangan, kegiatan ini juga menghasilkan realisasi pembiayaan UMKM melalui perbankan sebesar Rp3,32 miliar.

KKB x BIF 2026 mengusung tema Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten.

Sebanyak 117 UMKM dan kelompok tani mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri atas 15 UMKM fesyen, tujuh UMKM wastra, 18 UMKM kerajinan, 62 UMKM makanan dan minuman, 12 UMKM kopi, serta tiga kelompok tani ketahanan pangan.

Panitia juga menggelar tujuh sesi talkshow dengan sekitar 869 peserta, peragaan Banten Creative Runway, The 4th Brewtiful Banten Experience, promosi produk unggulan, serta fasilitasi akses pembiayaan dan pasar.

Baca Juga :  Webinar Diskominfosatik Kabupaten Serang Bahas Vaksin Covid-19

Data lalu lintas pusat perbelanjaan mencatat 73.396 kunjungan selama tiga hari. Angka tersebut merupakan total lalu lintas pengunjung mal, bukan jumlah pengunjung unik yang secara khusus menghadiri KKB x BIF 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menekankan pentingnya tindak lanjut setelah acara berakhir. Ia mendorong pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat mengubah peluang yang muncul menjadi pembiayaan, kontrak dagang, perluasan pasar, dan investasi produktif.

Dalam kesempatan tersebut, BI Provinsi Banten juga menerima apresiasi dari Gubernur Banten atas kolaborasi dalam mendukung stabilitas harga, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta daya saing UMKM sepanjang 2026.

BIF 2026 turut mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor untuk mempromosikan proyek dan potensi ekonomi Banten.

Salah satu peluang yang mengemuka ialah rencana pembangunan kawasan industri terintegrasi oleh Raybo Technology Co., Ltd. dengan estimasi investasi 4,7 miliar dolar AS.

Selain itu, lima perusahaan asal Tiongkok berencana melakukan ekspansi di Kawasan Industri Jaya Dinasti Indonesia dengan perkiraan nilai investasi Rp2 triliun.

Kedua nilai tersebut masih berupa rencana investasi, bukan realisasi investasi yang sudah masuk. Pemerintah dan pihak terkait perlu menindaklanjuti rencana tersebut melalui pembahasan serta proses investasi sesuai ketentuan.

Sebelum acara utama, BI juga menggelar Road to KKB pada 7 Oktober 2026. Kegiatan itu mempertemukan 65 UMKM dengan 23 mitra pembiayaan dan pemasaran dari pasar domestik maupun internasional. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah peluang kemitraan dan ekspor yang perlu ditindaklanjuti.

Pada penutupan acara, panitia mengumumkan pemenang sejumlah kompetisi untuk mendorong kreativitas dan daya saing pelaku ekonomi kreatif Banten.

Dalam KKB Creative Video Challenge kategori umum, Sulistiawati meraih juara pertama, Sri Lestari Kusuma juara kedua, dan Nur Andini Putri juara ketiga.

Baca Juga :  Kritik Respons Kadinkes Banten ke Wartawan, Pengamat Sebut Bisa Ganggu Kepercayaan Publik

Untuk kategori pelajar, Mulya Wiguna meraih juara pertama, Alief Nurrizal A. juara kedua, dan Diah Nurmalasari juara ketiga.

Sementara itu, Banten Brewers Cup 2026 menempatkan Azzaidan Alfian Nur sebagai juara pertama, Lathif Jamil juara kedua, dan Mehdi Siregar juara ketiga.

Panitia juga memilih enam peserta terbaik kategori PackUp! UMKM, yakni Anggraeni Ayu Priadin dari Abon Ayam Ogut, Aske Mariska Stevania dari DeFaVez, Siti Hamidah dari Titan88 Roti, Roudatul Uyun dari Youn Cookies, Noviani Retna Budiarti dari Rumah Tan/Redsail, serta Kitty Andri dari Kiro Coffee Roastery.

Pada kategori Story Behind Product, enam peserta terbaik terdiri atas Rani dari Olahan Mabil/Biji Ketapang, Wina Mutia Sari dari Winara Ethnic Wear, Shasty Pramahesty dari Aranomiya, Rizka Fauziah Kurniawati dari Haira, Hanibal Naswal dari Putri Home Cooking/Sagon Bakar, dan Yunawangsih Pangestu dari C Mbok Authentic & Snackery. Panitia tidak menetapkan urutan peringkat untuk kedua kategori tersebut.

BI Provinsi Banten bersama Pemprov Banten dan para mitra selanjutnya akan menindaklanjuti hasil pertemuan pembiayaan, perdagangan domestik, dan ekspor serta memperkuat fasilitasi investasi.

Tantangan berikutnya ialah memastikan capaian transaksi dan peluang investasi itu benar-benar berlanjut menjadi kontrak usaha, perluasan pasar, pembiayaan produktif, dan lapangan kerja bagi masyarakat Banten.

Advertorial