Beranda Bisnis Kisah Kesuksesan Fitur Stories di Layanan Instagram

Kisah Kesuksesan Fitur Stories di Layanan Instagram

343
0
Ilustrasi - foto istimewa duniakaryawan.com

Fitur Stories adalah salah satu layanan di Instagram. Kini fitur itu sukses besar bagi Instagram, yang kemudian juga menyambangi layanan Facebook lainnya. Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa fitur tersebut bukanlah asli gagasan Instagram melainkan jiplakan dari aplikasi Snapchat. Ada kisah seru di balik pembuatannya.

Instagram Stories diluncurkan pada Agustus 2016. Fitur ini terang-terangan meniru buatan Snapchat dengan fungsi dan nama yang sama serta telah diluncurkan sejak 2013. Intinya, user bisa memajang foto dan video yang bakal terhapus sendiri dalam 24 jam.

Pendiri Instagram yang telah keluar dari Facebook, Kevin Systrom, sering disebut sebagai sosok paling berjasa dalam kelahiran Stories. Siapa sangka kenyataannya sungguh jauh berbeda.





Dalam buku No Filter: The Inside Story of Instagram tulisan wartawan Bloomberg, Sarah Frier, tertulis bahwa Systrom justru halangan utama saat timnya ingin meluncurkan stories dan tentunya, bukan dia yang menggagasnya.

Waktu itu antara tahun 2015 sampai 2016, pengguna Instagram dari kalangan muda terindikasi anjlok karena munculnya Snapchat. Para remaja banyak yang memilih posting konten konyol di Snapchat ketimbang sibuk memikirkan foto kualitas tinggi apa yang harus dipajang di Instagram.

Untuk mencari solusi, Systrom membentuk divisi yang dinamakan Paradigm dengan tugas menjawab tantangan dari Snapchat. Pegawai di sana ingin agar Instagram menelurkan fitur semacam Stories, tapi ditolak oleh Systrom karena dianggap tidak sesuai.

“Kita tidak akan pernah punya Stories. Tidak seharusnya begitu, kita tidak bisa dan itu tidak cocok dengan cara orang berpikir dan berbagi di Intagram,” kata Systrom dalam salah satu meeting seperti dilansir detik.com.

Nah suatu hari, Systrom menghadiri perhelatan Oscar 2016. Ia mengamati para seleb memang banyak posting di Instagram, tapi untuk konten yang lebih eksklusif di belakang layar, mereka mengarahkan fans ke Snapchat. Di situlah Systrom sadar bahwa ia harus cepat bertindak.

Ia langsung mengadakan rapat darurat dan memerintahkan timnya segera membuat Stories untuk diluncurkan secepatnya. Ketika akhirnya Stories lahir, Systrom tak malu mengucapkan selamat pada tim yang bertanggung jawab membuatnya.

Sejak Instagram merilis Stories, Facebook, Messenger dan WhatsApp kemudian memperkenalkan fitur serupa. Di kemudian hari, Systrom mengakui bahwa memang Stories menjiplak Snapchat.

“Untuk waktu yang lama, profil orang dipenuhi dengan link Snapchat. Jelas bahwa orang-orang mencoba untuk menjembatani kedua produk. Jadi kami memberikan apa yang mereka mau,” cetusnya.

Setiap hari, kabarnya 500 juta pengguna Instagram menggunakan Stories. Memang tak dapat dipungkiri walau tiruan, Stories adalah favorit bagi banyak user Instagram.

(Red)