Beranda Peristiwa Kibarkan Gratieks, Karantina Dukung Modernisasi Pengolahan Talas Pandeglang

Kibarkan Gratieks, Karantina Dukung Modernisasi Pengolahan Talas Pandeglang

390
0
Foto istimewa

CILEGON – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian di Karantina Pertanian Cilegon terus berupaya untuk mewujudkan program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) demi meningkatkan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan yang bermutu.

“Ada beberapa produk pertanian unggulan di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang harus kita fasilitasi, diantaranya adalah talas beneng, cengkeh, manggis, beras merah dan beras hitam. Di Pandeglang ada tiga kecamatan penghasil talas beneng seperti Kecamatan Kaduhejo, Cilaja dan Juhut,” Ujar Arum Kusnila Dewi, Kepala Karantina Pertanian Cilegon saat melakukan pemantauan Perkebunan Talas Beneng, Kamis (6/8/2020) melalui siaran tertulis.

Dari kegiatan itu, Arum memantau perkebunan rakyat milik kelompok tani tales beneng di lahan perkebunan, dalam satu hektar ditanami rata-rata 4500 – 8000 batang. Talas beneng semua bagian memiliki nilai ekonomis mulai dari daunnya. Daun ini dimanfaatkan untuk pengganti tembakau non nikotin, umbinya digunakan sebagai tepung untuk aneka kue lapis talas, keripik dan kandungan oksalat untuk kosmetik.







Permintaan pasar rajangan kering daun talas beneng 300 ton tiap bulannya, umbi 7 hingga 10 ton yang digunakan sebagai tepung talas dan oksalat. Sedangkan pelepah dan bagian lainnya dipergunakan untuk media larva lalat magot.

Rajangan daun talas beneng sangat diminati oleh Australia, Belanda dan Swedia. Sedangkan umbinya dijadikan tepung talas dan oksalat sebagai bahan kosmetik di negara Korea, Jepang, Australia dan Belanda.

Dalam paparanya Arum menjelaskan bahwa satu batang talas beneng tiap bulan menghasilkan 1 hingga 2 kilogram daun basah mulai panen daun, saat tanaman talas usia 4 bulan, sedangkan umbi dipanen setelah usia 8 bulan. Talas beneng tumbuh optimal dilahan yang ternaunggi, seperti ditanam diperkebunan cengkeh.

Diperkebunan yang sama terdapat pohon cengkeh mencapai lebih 100.000 pohon pada tiap kecamatan, dengan total produksi pertahun mencapai 10.000 ton cengkeh basah pada setiap kecamatannya yang didukung dengan 12 pabrik penyulingan kelompok mitra tani.

(Red)