Beranda Peristiwa Ketua RW Cerita Aktivitas Terakhir Nelayan Korban Ledakan di Panimbang

Ketua RW Cerita Aktivitas Terakhir Nelayan Korban Ledakan di Panimbang

Kondisi rumah korban yang berantakan. (IST)

PANDEGLANG — Muhammad Ali, pria yang tewas dalam ledakan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, diketahui berprofesi sebagai nelayan. Ketua RW setempat mengungkap keseharian korban sebelum insiden maut tersebut terjadi.

Ketua RW 01 Kampung Cisarua, Husin mengatakan, Ali hampir setiap hari melaut untuk mencari ikan. Sepulang dari laut, korban biasanya beristirahat di rumah sebelum kembali beraktivitas pada sore atau malam hari.

“Dia memang kerjanya ke laut, pencari ikan. Kalau sudah pulang melaut biasanya istirahat, nanti sore keluar lagi,” kata Husin, Kamis (27/8/2026).

Husin mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelum ledakan mengguncang rumah korban. Saat kejadian, ia justru sedang berada di sekitar pasar setelah menunaikan salat Zuhur.

“Tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba langsung kejadian,” ujarnya.

Ledakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Suara dentumannya terdengar hingga kawasan pasar dan membuat warga berhamburan menuju lokasi.

Muhammad Ali ditemukan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok rumah. Sementara istrinya, Iyah, mengalami luka-luka dan sempat mendapat penanganan di RS Alinda Panimbang sebelum dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang untuk perawatan intensif.

Di balik tragedi itu, empat anak pasangan tersebut selamat karena tidak berada di rumah saat ledakan terjadi.

“Anaknya ada empat. Selamat karena sedang di luar rumah,” ungkap Husin.

Hingga kini, penyebab ledakan masih diselidiki kepolisian. Dugaan ledakan berkaitan dengan bahan peledak yang biasa digunakan untuk menangkap ikan masih belum dapat dipastikan.

Sebelumnya diberitakan, Ledakan keras menggegerkan warga Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/8/2026). Satu orang tewas dalam peristiwa tersebut, sementara istrinya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat sebagian warga tengah beristirahat. Dentuman keras terdengar hingga beberapa kampung dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah.

Baca Juga :  BMKG: Banten 29–31 Maret 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Penulis: Mg-Madani Prasetia

Editor : TB Ahmad Fauzi