Beranda Kesehatan Ketua DPRD Sebut Banyak Warga Terpapar Covid-19 di Cilegon Bandel Saat Isolasi...

Ketua DPRD Sebut Banyak Warga Terpapar Covid-19 di Cilegon Bandel Saat Isolasi Mandiri

2407
0
Ketua DPRD Cilegon Endang Efendi. (Usman/bantennews.co.id)

CILEGON – Ketua DPRD Kota Cilegon, Endang Efendi mengungkapkan banyak masyarakat yang dinyatakan terpapar Covid-19 lantaran bandel saat isolasi mandiri di rumah. Sehingga potensi penularan virus itu makin rentan.

Sebab itu, pihaknya berharap ada ruang isolasi khusus bagi warga yang terpapar Covid-19 yang bisa dijaga dengan ketat oleh petugas.

“Jadi kalau tempat isolasi khusus terpantau semua seperti makanan, gizi dan lain sebagainya,” ujar Endang, Kamis (24/9/2020).



Endang menyatakan bahwa pentingnya ruang isolasi ini juga karena Wisma Altlet di Jakarta saat ini penuh.

“Sementara ini juga kan kita belum punya rumah sakit khusus Covid-19, hanya ada di RSUD Banten saja,” terangnya.

Endang menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon untuk menyiapkan tempat isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19, khususnya para Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Nanti dipilah, kalau masyarakat yang terpapar itu pemerintah yang tangani, tapi warga itu statusnya karyawan dan terpapar di tempat kerja, ya perusahaannya yang tangani,” katanya.

Endang juga berharap pendataan warga yang terpapar Covid-19 sesuai dengan identitasnya. Jika warga tersebut identitas asalnya bukan dari Cilegon, jangan dimasukkan ke dalam data Covid-19 Cilegon.

“Klaster di Cilegon yang kemarin dinyatakan zona merah itu kan dari beberapa industri dan pelabuhan. Apabila memang karyawan itu bukan orang Cilegon jangan didata orang Cilegon. Kalau alamatnya Bandung ya tulis di Bandung. Akhirnya kita zona merah karena bukan orang Cilegon ditulisnya itu warga Cilegon. Seperti 13 AKB Kapal yang masuk data 42 kasus Covid-19 kemarin itu bukan orang Cilegon, tapi dicatatnya orang Cilegon Itu, kami minta revisi,” paparnya.

Endang berharap kasus Covid-19 di Kota Cilegon bisa ditekan dengan cara masyarakat menerapkanĀ  protokol kesehatan.

(Man/Red)