Beranda Kesehatan Ketua DPRD Kota Serang  Kecewa dengan Kinerja Dinkes

Ketua DPRD Kota Serang  Kecewa dengan Kinerja Dinkes

296
0
Budi Rustandi. (Ade/bantennews)

 

SERANG – Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi kecewa dengan kinerja Dinkes Kota Serang. Ia menilai pelayanan kesehatan di Kota Serang belum maksimal.
Menurutnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang tak memiliki konsep pembangunan di bidang kesehatan.

Bahkan, kata dia, Kepala Dinkes terlalu mengandalkan APBD Kota Serang yang terlalu kecil untuk program seremonial.

“Kita ini kekurangan anggaran.  Kepala Dinkes tidak bisa bekerja dengan baik. Terlalu mengandalkan APBD. Dia itu, tak dapat menyambut baik program dari Pemerintah Pusat, dan menganggap APBD sebagai program seremonial,” ujarnya.

Budi juga menegaskan, Kepala Dinkes Kota Serang telah menyia-menyiakan anggaran dari Pemerintah Pusat yang seharusnya mendapatkan sebesar Rp45 miliar.
“Jangan kebanyakan infonya, belum pasti bener sebesar Rp 45 Miliar. Minta bantuan ke pusat, seharusnya tidak terlambat kalau dia lincah. Rumah sakit kita saja lihat sendiri, tidak jauh dari Puskesmas. Pelayanannya sangat parah,” ucapnya.

Ia menjelaskan sebenarnya pada 2019 terdapat program Kementerian Kesehatan yaitu peremajaan alat dari Kementerian Kesehatan. “Tapi Kepala Dinkes malah malas-malasan. Tidak merampungkan menjadi sesuatu program kesehatan, dan memanggil seluruh Kepala Puskesmas untuk diajukan ke Walikota Serang dan dilanjutkan ke Pemerintah Pusat. Semua itu, tak ada gerakan sama sekali,” ucapnya.

Ia meminta kepada Walikota Serang Syafrudin untuk mengevaluasi Kepala Dinkes Kota Serang karena tidak proaktif.
“Ini harus dievaluasi oleh Walikota Serang. Makanya, kalau angkat Kepala OPD tanyakan konsepnya, jangan karena tak enak. Lihat saja nanti, ketika rapat kerja bersama akan kita tanyakan programnya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinkes Kota Serang Muhamad Ikbal menerima kritikan ketua DPRD Kota Serang ini. Ikbal mengaku akan terus memaksimalkan kinerjanya agar pelayanan Dinkes Kota Serang lebih baik. “Ya untuk seorang pimpinan wajar mengingatkan ke OPD termasuk Dinkes, kita tetap bekerja sesuai tupoksinya Alhamdulilah isu strategis walikota dan wakil walikota  serang terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi dapat kita tekan. Angka kematian ibu turun 3 kali lipat dari tahun lalu dan angka kematian bayi juga bisa kita turunkan 2 kali lipat dari tahun yang lalu juga, itu salah satunya,” ujarnya.

Ia menambahkan ke depan akan melakakukan terobosan baru terkait program Dinkes Kota Serang di antaranya pelayanan 24 jam persalinan di semua puskesmas, memastikan semua puskesmas wajib terakreditasi dalam rangka memberikan pelayan kesehatan ke masyarakat, tahun 2020 semua puskesmas didorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai implementasi dari undang undang tentang BLUD.” Insha Allah tanggal 2 atau  3 Desember 2019, Rumah Sakit Kota Serang akan dibuka pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Yang pasti kita semua tentu endingnya  bagaimana memberikan pelayanan kesehatan  kepada masyarakat secara optimal,” ujarnya. (Dhe/Red)