Beranda Peristiwa Kesulitan Air Bersih di Pandeglang Makin Meluas Hingga 11 Kecamatan

Kesulitan Air Bersih di Pandeglang Makin Meluas Hingga 11 Kecamatan

Warga tengah mengantre mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda 14 desa di Kabupaten Pandeglang dan sekitarnya. (Foto: Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang merilis data terbaru warga yang kekurangan air bersih makin meluas mencapai 11 kecamatan. Padahal sebelumnya hanya mencapai 10 kecamatan.

Kepala BPBD Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, sebelumnya hanya 10 kecamatan yang terdampak kesulitan air bersih. Namun bertambah kembali menjadi 11 kecamatan dengan total 35 desa.

“Nambah lagi Desa Tapos, Kecamatan Cadasari sama Desa Kalanganyar Kecamatan Pandeglang sejak minggu kemarin yah. Upayanya kami rutin kirim suplai air bersih,” kata Asep, Selasa (14/8/2018).

Rahmat mengaku BPBD tidak bisa memprediksi sampai kapan musim kering ini melanda Pandeglang. Namun Asep mengaku sudah melakukan upaya untuk mengatasi bencana kekeringan dengan mengirimkan suplai air bersih kepada warga dan melakukam koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk menambah armada pengangkut air bersih.

“Belum bisa memprediksi ya, harus dari BMKG itu. Tapi persiapan akan kami lakukan misalkan kami koordinasi dan minta bantuan ke BPBD provinsi, karena dengan 11 kecamatan yah saya kira sarana dan prasarana yang kami miliki terbatas jadi sangat perlu untuk minta bantuan ke provinsi gitu,” bebernya.

Dampak dari kekeringan itu sendiri, kata Asep, ada beberapa daerah yang rawan kekeringan, sampai saat ini sudah ada 5-6 rumah yang terbakar.

“Dampaknya ada beberapa daerah kecamatan, desa terdampak juga rawan kebakaran karena rumah tinggalnya itu semi permanen. 5-6 rumah semenjak kekeringan bulan juli tapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun kemarin bencana kekeringan melanda Kabupaten Pandeglang hingga 3 bulan dari bulan Juli-September. Untuk itu BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk mengelola bantuan air dengan semakismal mungkin dan terus berkoordinasi dengan BPBD.

“Ya imbauan kami dengan adanya kekeringan ini mengelola air bersih yang kami kirim seoptimal mungkin, selalu nenyampaikan informasi kepada kami agar kami bisa suplai air terus, karena air bersih ini pokok yah. Kalau tidak ada informasi kami sulit menentukan langkah-langkah berikutnya,” imbaunya. (Med/Red)