Beranda Bisnis Kerugian Bank Banten Naik Capai Rp100 Miliar

Kerugian Bank Banten Naik Capai Rp100 Miliar

231
0
Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Banten di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (25/3/2019).

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) pada tahun 2018 mengalami rugi bersih mencapai Rp100 miliar, naik dibandingkan dengan rugi setahun sebelumnya yang hanya Rp76,26 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan total aset Bank milik Pemprov Banten itu meningkat sebesar 23,80 persen secara year on year dari Rp7,66 triliun pada 2017 menjadi Rp9,48 triliun. Kenaikan pendapatan bunga bersih ditopang oleh kenaikan kredit yang mencapai 7,99 persen naik dari 5,11 triliun menjadi Rp5,51 triliun.

Sedangkan pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat signifikan sebesar 19,84% pertahun dari Rp5,55 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp6,66 triliun pada 2018.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus mengatakan, sejumlah indikator kinerja keuangan menunjukan perlambatan karena dipengaruhi dari dampak ekonomi global, dan kondisi industri perbankan nasional yang terpengaruh dari normalisasi kebijakan moneter dan situasi geopolitik.

Selain itu, keterbatasan ekspansi- ekpansi kredit juga menjadi alasan Bank Banten mengami peningkatan rugi bersih pada tahun 2018, dan juga dipengaruhi oleh naiknya suku buka yang dilakukan bank Indonesia sejak awal 2018.

“Persaingan pihak ketiga tidak hanya perbankkan saja, tapi juga dengan pasar modal juga sama. Kemarin pemerintah beberapa kali mengeluarkan obligasi ritel, suku ritel, sekarang bersaing juga dengan mereka. Sehingga kerugian kami meningkat dari tahun sebelumny,” ujar Fahmi usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan(RUPST) di salah satu hotel di Kota Serang, Senin (25/3/2019).

Kedepannya, lanjut Fahmi, pihaknya sudah mempersiapkan strategi agar Bank Banten tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah di era digitalisasi perbankan dengan meningkatkan sistem tekhnologi.

“Menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan kepada nasabah serta pengembangan internet banking dan pengembangan produk,” katanya.

Disisi pengembangan, Bank Banten akan menerima pembayaran e-samsat Provinsi Banten dan membantu wajib pajak melakukan kewajibannya. “Kita sedang mempersiapkan pengembangan pembayaran melalui berbagai payment point online bank seperti fastpay, toko ritel, DANA, dan Tokopedia,” ujarnya.

Fahmi berharap Bank Banten dapat menjadi bank penerima PBB, BPHTB, dan pajak lainnya yang menjadi sumber penerimaan daerah di seluruh Kab/Kota se Banten. (Dhe/Red)