Beranda Pendidikan Keren! Pelajar SMP di Banten Ini Temukan Solusi Pengurai Sampah Organik

Keren! Pelajar SMP di Banten Ini Temukan Solusi Pengurai Sampah Organik

Pelajar SMP Permata Insani Islamic School Kabupaten Tangerang saat menjeladkan inovasi mereka dalam mengurai sampah organik. (Ade/bantennews)

 

SERANG– Nasywaa Yunita Kusuma Nuuur’aninil, Annisa Mouna Kalista, Lutfhfi Nur Fauzan mereka adalah siswa-siswi SMP Permata Insani Islamic School Kabupaten Tangerang. Mereka bertiga ini merupakan pelajar berprestasi yang menjuarai¬† pada lomba karya inovasi teknologi tepat guna (TTG) III tingkat Provinsi Banten 2018.

Mereka mampu menjawab solusi permasalahan sampah organik yang ada di sekolah-sekolah. Mula nya mereka sudah menerapkan program sekolah dalam mengurangi sampah yang berserakan agar pengelolaan sampah di sekolah bisa bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi. Kemudian mereka tertantang untuk mencari solusinya. Melalui berbagai pelatihan dan juga belajar dari internet, akhirnya mereka menemukan inovasi yang tepat untuk mengelola sampah organik sehingga menambah nilai ekonomi.
Caranya mereka memanfaatkan dan membudidayakan Belatung Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF)

Nasywaa menjelaskan keuntungan budidaya belatung BSF adalah dari segi lingkungan sangat efektif untuk mengurangi sampah organik. Sebab sampah organik itu menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan belajar. Kemudian selain dapat mengurangi populasi sampah organik, dengan pemanfaatan belatung ini dapat menambah nilai ekonomi, karena hasil limbah sampah yang dimakan belatung bisa dijadikan kompos dan pakan ternak. “Dan itu merupakan hasil budidaya belatung tentara hitam,” ujarnya, Jumat(14/9/2018).

Ia berharap hasil penemuan dan penelitiannya dapat bermanfaat banyak dan dapat diterapkan di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Masyarakat harus tahu, dengan memanfaatkan belatung ini bisa mengurangi sampah organik dan menjadi ladang usaha baru. Karena cara seperti ini lebih efektif. “Saat ini kami baru menerapkan di sejumlah sekolah di Tangerang. Dan kedepannya berharap dapat diterapkan di semua lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat,” harapnya. (Dhe/Red).