Beranda Kesehatan Kepala Dinkes Banten Minta Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

Kepala Dinkes Banten Minta Masyarakat Jangan Abai Protokol Kesehatan

465
0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti

SERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menegaskan progres dan capaian yang baik dalam penanganan Covid-19 adalah bagaimana masyarakat dapat menerapakan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

Seperti dilansir dari infocorona.bantenprov.go.id, Rabu (30/9/2020), total akumulatif kasus positif di Banten mencapai 5.563 kasus. Berikut rinciannya, pasien yang dirawat mengalami pengurangan sebanyak 50 pasien menjadi 1.204 orang, pasien yang sembuh mengalami peningkatan sebanyak 139 orang sehingga total yang sembuh sebanuak 4.167 orang, sedangkan yang meninggal bertambah empat orang menjadi 192 orang.

“Pastikan bahwa pada setiap kesempatan kita selalu disiplin dalam menerapkan Trilogi Protokol Kesehatan Covid-19. 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tegas Ati, Kamis (1/10/2020).



Menurut Ati, kondisi dan adaptasi kebiasaan baru saat ini tak boleh membuat lalai dan lupa diri, bahkan abai terhadap Covid-19.

“Sebaliknya, menjadi motivasi bagi kita semua masyarakat Provinsi¬† Banten untuk terus menjaga soliditas dan merawat solidaritas termasuk menanggalkan ego sektoral dalam ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 maupun kesiapsiagaan menanggulangi pandemi Covid-19 di Provinsi Banten,” katanya.

Ati menjelaskan, penularan Covid-19 di Provinsi Banten ini mulai didominasi oleh kasus transmisi lokal. Kondisi tersebut memungkinkan masih adanya potensi penyebaran virus lantaran belum ditemukannya vaksin sebagai penangkalnya. Covid-19 ditularkan antar manusia melalui kontak langsung, tetesan air liur saat berbicara, bersin atau batuk.

“Kemungkinan terbarunya adalah dalam bentuk aerosol menyebar di udara untuk rentang waktu yang cukup lama yakni delapan jam. Di Provinsi Banten sendiri saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak. Fakta bahwa selama vaksin Covid-19 belum ditemukan maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi. Masyarakat tak boleh lengah, namun jangan pula panik, harus tetap awas dan peduli,” ujarnya. (Mir/Red/SG)