Beranda Pemerintahan Kepala BKPP Cilegon Pesimis Tahun Ini Ada Penerimaan CPNS

Kepala BKPP Cilegon Pesimis Tahun Ini Ada Penerimaan CPNS

340
0
Kepala BKPP Cilegon, Mahmudin (Gilang)

CILEGON – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin mengaku pesimis penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kota Cilegon pada tahun 2018 dapat dilaksanakan. Pernyataan itu dikatakannya lantaran hingga saat ini pemerintah daerah tak kunjung mendapatkan kabar kejelasan terkait dengan kuota CPNS yang akan diperoleh dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Saya secara pribadi pesimis (tahun ini akan ada penerimaan CPNS di Kota Cilegon). Mau ada atau ngga, sampai sekarang belum jelas karena semua masih di Presiden (menunggu restu Presiden). Pertanyaannya kalau nanti keluar setelah Agustus, kekejarkah pelaksanaan tesnya. Sementara itu ngga boleh nyeberang tahun,” ujarnya, Sabtu (4/8/2018).

Teknis pelaksanaan yang akan melalui tahapan Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB), dikatakan juga turut memakan waktu dalam tahapan penerimaan CPNS.

Belum adanya kejelasan rencana penerimaan CPNS itu, kata dia, juga sudah menjadi kekhawatiran Badan Kepegawaian Negara (BKN). “BKN itu juga setengahnya rada was-was. Dalam pengertian, kalau nanti Presiden mengumumkan ya, boleh dilakukan penerimaan CPNS, mereka (BKN) harus jadi Sangkuriang yang harus kerja lembur dan cepat,” katanya.

Setiap tahunnya, lanjut Mahmudin, pihaknya terus mengajukan permohonan penerimaan CPNS melalui pengisian e-formasi dengan anggaran yang disiagakan sekira Rp800 juta. Bila pada tahun 2017 lalu pengisian e-formasi yang diajukan sebanyak 750 lowongan, tahun ini pihaknya mengajukan hanya sekira 700 lowongan.

“Cuma kan kalau melihat kisi-kisinya, (kuota) yang didapat itu nanti cuma 50 persen dari jumlah PNS yang pensiun, mengacu ke moratorium. Nah kalau hanya mengacu pada jumlah pensiun 2017, Cilegon yang paling sedikit, hanya 110. Jumlah itu nanti akan kita split, yang untuk (lowongan) tenaga kesehatan berapa, pendidikan berapa, sisanya untuk infrastruktur,” tandasnya. (dev/red)