Beranda Pemerintahan Kenyamanan Rusunawa Dikeluhkan, Walikota Serang: Kalau Tak Betah, Silakan Keluar

Kenyamanan Rusunawa Dikeluhkan, Walikota Serang: Kalau Tak Betah, Silakan Keluar

Walikota Serang Budi Rustandi (kedua kiri) menghadiri pertemuan dengan warga terdampak penggusuran Sukadana I di rusunawa. (Adef/bantennews)

SERANG – Walikota Serang Budi Rustandi sambangi warga terdampak penggusuran pemukiman di Sukadana 1 di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kasemen, Selasa (22/7/2025).

Dalam kunjungan itu, Budi mendapat banyak keluhan dari warga. Terutama soal kenyamanan tempat tinggal baru mereka.

Dalam pertemuan yang digelar di aula Rusunawa Kasemen, Walikota sempat menanyakan langsung kepada warga soal kenyamanan mereka tinggal di hunian sementara tersebut.

Sejumlah warga menyatakan merasa cukup nyaman, namun ada pula yang menyampaikan kejujuran sebaliknya.

“Nyaman nggak nyaman sih, Pak. Tapi nggak senyaman tinggal di Sukadana,” jawab salah seorang warga dengan nada kecewa.

Pernyataan itu langsung ditanggapi tegas oleh Budi Rustandi. Ia menekankan, lahan yang sebelumnya ditempati warga di Sukadana adalah milik negara dan program relokasi ini merupakan solusi yang ditawarkan pemerintah.

“Kalau memang tidak betah tinggal di sini, silakan keluar. Tinggal pilih saja. Harusnya kalian bersyukur sudah diberi tempat tinggal gratis,” tegas Budi di hadapan warga.

Meski begitu, Budi menyatakan Pemkot Serang berjanji berupaya meningkatkan kenyamanan warga di Rusunawa.

Di antaranya melalui penambahan subsidi sewa hingga akhir tahun 2026, pembangunan fasilitas umum seperti taman bermain anak, musala, sarana olahraga, hingga penyediaan ambulans.

“Intinya, kami akan kelola Rusunawa ini supaya menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman,” ujar Budi.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Lilis, salah satu warga lama yang sudah 2 tahun di Rusunawa. Ia menyoroti minimnya sistem keamanan di kawasan tersebut.

“Saya berharap ada portal di gerbang Rusunawa. Soalnya banyak orang luar yang bebas keluar masuk. Kami jadi nggak tenang,” keluhnya.

Diketahui, hingga saat ini baru 44 Kepala Keluarga (KK) dari total 224 KK korban relokasi akibat normalisasi Kali Cibanten yang telah menempati Rusunawa. Sisanya masih mengontrak di tempat lain atau tinggal sementara bersama keluarga.

Baca Juga :  5.175 Peserta CPNS Lebak Tidak Lulus Passing Grade

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd