
CILEGON – Keberadaan sejumlah truk muatan pasir basah di beberapa tepi ruas Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon selama ini belakangan semakin meresahkan warga.
Bukan rahasia umum, truk-truk berukuran besar yang dominasinya menggunakan plat nomor asal luar Banten tersebut tidak sedang parkir semata. Lumpur dari pasir yang basah tak kunjung berhenti menetes, menunggu sang sopir yang entah pergi kemana.
“JLS sudah macet parah mana becek lumpur dari truk pasir terus-terusan di arah perempatan Lapas. Kemarin saja ada pemotor terpeleset gara-gara lumpur,” ungkap Yayan, salah seorang warga pelintas JLS.
Selain mengakibatkan jalanan menjadi becek, lanjut Yayan, pengguna JLS juga sudah terbiasa dihadapkan dengan debu pekat yang berasal dari tumpukan lumpur pasir di tepi jalan yang sudah mengering.
“Kemana petugas Dishub (Dishub)? Apa mereka tidak tahu kalau truk-truk ini tak kenal waktu siang malam parkir cuma buat ngotori jalanan di JLS. Apa harus menunggu ada korban (kecelakaan akibat lumpur-red) dulu?,” cetus Yayan.
Pantauan BantenNews.co.id di JLS pada Jumat (8/5/2026) sore, kencingan truk-truk nakal itu terdapat di beberapa titik lokasi. Lumpur dari muatan pasir itu bahkan turut membuat kumuh jalanan di depan sebuah rumah sakit swasta di kawasan tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dishub Cilegon, Heri Suheri tak menampik keresahan warga atas adanya barisan truk pasir basah di JLS tersebut.
“Betul, kita juga prihatin dengan masih adanya truk-truk yg sering berhenti di pinggir jalan dan ngocorin air dari muatannya. Sesuai kewenangan yang melekat di kita, kita hanya bisa menegur atau mengusir mobil-mobil pasir yang ngocor di pinggir jalan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Heri mengaku, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pengusaha atau perusahaan pemilik tambang galian pasir untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Tindakan tipiring atau tilang yang dulu bisa kita lakukan, sekarang sesuai dengan peraturan tidak bisa lagi kewenangan tugas itu. Yang kita lakukan, adalah membentuk tim untuk monitor atau patroli terus di JLS. Mengimbau atau mengusir mobil-mobil truk yang parkir ngocor tersebut,” jelasnya.
Penulis : Gilang Fattah
Editor : Wahyudin