Beranda Peristiwa Kenang Jasa Pahlawan, Ditpolairud Banten Tabur Bunga di Selat Sunda

Kenang Jasa Pahlawan, Ditpolairud Banten Tabur Bunga di Selat Sunda

266
0
Jajaran Ditpolairud melakukan tabur bunga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73

CILEGON – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten melakukan tabur bunga di Perairan Selat Sunda, Kota Cilegon, Senin (1/7/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73.

Dalam acara itu dipimpin Wakapolda Banten, Brigjen Pol Tomex Kurniawan yang hadir sebagai inspektur upacara di Dermaga Mako Polairud Polda Banten. Prosesi tabur bunga ini juga diikuti oleh Dirpolairud, Kombes Pol Nunung Saefuddin dan jajaran Polda Banten.

Wakapolda menuturkan bahwa prosesi tabur bunga itu merupakan sebagai bentuk rasa syukur dan mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan gugur di perairan Selat Sunda.

“Segala perjuangan para pahlawan harus kita teladani karena telah memberikan kontribusi dan pondasi kepada kami semua generasi penerusnya,” ujar Wakapolda.

Dia menilai, semangat kepahlawanan yang dilakukan personel Ditpolairud Polda Banten dengan cakupan tanggung jawab wilayah perairan yang cukup luas, sudah cukupbaik. Kata dia, para personel kepolisian setempat dalam membantu masyarakat cukup sigap.

“Wilayah perairan Polda Banten cukup luas, di beberapa tempat masih terjadi penanganan-penanganan terutama kecelakaan laut,” katanya.

Kesigapan personel juga dapat dilihat pada kejadian Tsunami Selat Sunda tahun lalu. Dia menilai personel Polairud dalam menghadapi kondisi bencana sudah melakukan tugasnya secara penuh dan maksimal untuk masyarakat yang terkena bencana.

“Kalau kita lihat secara logika untuk evakuasi di Pulau Sangiang dangan tidak masuk akal dengan ketinggian ombak 3 meter, tetapi dengan daya juang, kemampuan dan keikhlasan membantu masyarakat,” ucapnya.

Meski begitu, kata dia, semangat personel itu masih perlu didukung dengan fasilitas penunjang. Sarana dan prasarana penunjang di Ditpolairud masih memiliki keterbatasan dan perlu ditingkatkan terutama untuk menjangkau masyarakat pesisir yang tinggal di pulau terluar di Banten.

“Luasan pantai di Banten itu sekitar 500 kilometer, ini kalau kita lihat, jangkauan operasional Polair belum memadai terutama untuk menjangkau pulau-pulau terluar,” paparnya.

Ditempat yang sama, Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin mengakui peralatan penunjang personel terutama kapal patroli masih sangat terbatas.

Kapal yang dimiliki saat ini masih belum dapat dimaksimalkan jika menjangkau pengamanan masyarakat di pulau terluar.

“Kemarin sudah ada pengajuan hibah kapal, tapi ada keterlambatan. Anggaran sudah disiapkan oleh DPRD Banten, tetepi ada keterlambatan di administrasi. Insya Allah di 2020, spek kapal B3 yang kita butuhkan dari Pemprov Banten dapat digunakan di laut Banten Selatan,” harapnya. (Man/Red)