Beranda Hukum Kenalan di Facebook dan Ngaku Sebagai Dukun, Pelaku Sodomi 4 ABG di...

Kenalan di Facebook dan Ngaku Sebagai Dukun, Pelaku Sodomi 4 ABG di Tangerang

660
0
Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Prakarsa saat jumpa pers. (Rendi/bantennews.co.id)

 

KAB TANGERANG – Berkenalan lewat media sosial facebook, sebanyak 4 anak baru gede (ABG) di Tangerang disodomi. Pelaku berinsial S (29) diringkus Polsek Mauk Polresta Tangerang Polda Banten.

Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Perkasa memaparkan pelaku melancarkan aksinya dengan berbagai modus, diantara lain akun dipakai berfoto wanita untuk berinteraksi dan juga sebagai dukun dapat mengusir makhluk gaib di tubuh korban.





Parahnya, pelaku warga asal Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo ini, mampu mengelabui para korban yang berusia anak di bawah umur untuk diajak dengan dirinya di dalam kamar.

“S dan korban bertemu, lalu korban difoto pakai aplikasi setan dan ditakut-takuti, bahwa dekat korban ada setan, kemudian S pura-pura obati korban di dalam kamar, lalu korban disodomi,” ungkap Kresna kepada wartawan di Mapolsek Mauk, Rabu (5/8/2020)

Kresna menyebut, terduga pelaku S sudah beberapa kali melakukan aksi bejadnya kepada korban-korbannya di sekitar wilayah Tangerang, untuk menyalurkan hasrat birahinya terduga pelaku tidak cukup satu kali terhadap korban.

“Yang pertama korbannya di Kuta Bumi sebanyak 2 kali berhubungan, lalu di Pulau Cangkir 2 kali, berikutnya di kobong daerah Mauk 1 kali, yang ke 4 di dalam kamar 1 kali,” ungkapnya.

Lanjut Kresna, terduga pelaku diamankan sehabis berhubungan intim dengan korban yang ke 4 didalam rumahnya. Meski sempat melarikan diri, namun terduga pelaku berhasil diamankan masyarakat sekitar.

“Jadi yang terakhir ini korbannya pintar, dia tidak teriak, setelah dilakukan sodomi pura-pura beli rokok, lalu korban cerita ke warga, sedangkan terduga pelaku S kabur, tapi warga berhasil amankan S,” tukasnya.

Saat ini terduga pelaku sudah berada ditahanan Mapolsek Mauk, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan dijerat pasal 81 junto, pasal 82 undang-undang RI, nomor 35 tahun 2018, hukuman 5 sampai 12 tahun penjara

(Ren/Red)