Beranda Pemerintahan Kementerian Perindustrian Tunjuk Pandeglang Jadi Sentra Budi Daya Porang

Kementerian Perindustrian Tunjuk Pandeglang Jadi Sentra Budi Daya Porang

Petani Porang - foto istimewa IDN Times

PANDEGLANG – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka menetapkan Kabupaten Pandeglang menjadi sentra budi daya tanaman porang yang merupakan komoditas ekspor andalan.

Plt.Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita mengatakan ditunjuknya Kabupaten Pandeglang menjadi lokus budidaya tanaman porang karena Pandeglang memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian.

“Sebagai upaya untuk mendukung dan meningkatkan nilai tambah tanaman porang di Kabupaten Pandeglang kami akan membangun sentra industri besar tanaman porang untuk memenuhi kebutuhan porang ke berbagai wilayah di Indonesia,” kata Reni disela-sela pertemuan dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Ia menambahkan Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan peran UMKM, dimana tujuanya adalah meningkatkan daya saing, mengentaskan kemiskinan dan ekspor untuk mewujudkan target tersebut Kementerian Perindustrian memiliki program besar terkait rumusan kebijakan, penguatan kelembagaan dan fasilitas.

“Adapun kaitan dengan budidaya tanaman porang ini tentu para petani pembudidaya porang akan kami fasilitasi baik itu insentif non viskal, pelatihan, bimbingan teknis dan lain sebagainya,” katanya melalui keterangan tertulis.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan Pemkab Pandeglang merupakan wilayah lumbung pangan dan menjadi salah satu penyuplai 34 persen kebutuhan pangan di Provinsi Banten. “Bahkan di tingkat nasional Pandeglang bisa berkontribusi 1,5 persen,” ujarnya.

Menurut Irna selain terus meningkatkan produktifitas Pajale (Padi, Jagung, Kedelai), pihaknya juga saat ini sedang mencoba meningkatkan budidaya tanaman Porang.

Kata Irna, ada sekitar 17 Kecamatan di Pandeglang menjadi sentra budidaya tanaman Porang. Dimana dalam kurun waktu satu tahun bisa mampu memproduksi tanaman porang sebanyak 5.600 ton.

“Alhamdulilah disaat kami sedang berjuang meningkatkan produktifitas lebih banyak, pihak Kementerian datang membantu, tentu hal ini menjadi penyemangat bagi kami dan para petani untuk lebih giat membudidaya tanaman porang,” ujarnya.

(Red)