Beranda Peristiwa Kemenhub Bakal Imbau Skema Ganjil Genap di Jalur Mudik Merak – Bakauheni

Kemenhub Bakal Imbau Skema Ganjil Genap di Jalur Mudik Merak – Bakauheni

336
0
Kendaraan pribadi mengantre masuk kapal di Pelabuhan Merak - foto istimewa

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengeluarkan imbauan skema ganjil genap pada jalur penyeberangan Merak – Bakauheni. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan pemudik yang ingin menyeberang ke Sumatera.

“Skema ini tidak saya tuangkan dalam sebuah regulasi, hanya imbauan saja,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat ditemuiĀ  CNNIndonesia.com di kantornya, Rabu (8/5/2019).

Budi mengungkapkan, selama ini, sebagian besar kendaraan pemudik pada puncak arus mudik dan arus balik menyeberang pada pukul 12 malam hingga 6 pagi.

“Kalau dia menyeberang jam segitu, katakanlah berangkat dari Jakarta jam 3 – jam 4 sore, itu antrean di sana (Merak) panjang. Itu kan bahaya,” ujarnya.

Karenanya, Kemenhub akan membuat skema imbauan kendaraan berplat nomor ganjil untuk melintas pada pukul 8 pagi hingga 8 malam. Sementara, untuk kendaraan berpelat nomor genap diimbau melintas pada pukul 8 malam hingga 8 pagi.

Budi meyakini masyarakat menginginkan perjalanan mudik yang nyaman, lancar, dan aman. Karenanya, ia yakin, masyarakat akan mengikuti imbauan tersebut.

“Kalau saya mengimbau 10 orang, masak dari 10, 5 atau 6 orang tidak nurut?,” ujarnya.

Di saat yang sama, Kemenhub memiliki pekerjaan rumah untuk menyosialisasikan imbauan tersebut agar sampai ke telinga masyarakat.

“Kalau saya tidak mengeluarkan imbauan tersebut, potensi kemacetan itu bisa mencapai 7 hingga 8 km di Merak sana,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait keamanan pemudik ke Sumatera, Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) untuk meningkatkan keamanan, terutama di jalur tol yang baru beroperasi Bandar Lampung – Terbanggi Besar dan Terbanggi Besar – Kayuagung.

“Polda, baik Polda Lampung dan Palembang, meningkatkan penjagaan. Di jalan tol dilakukan penjagaan berlapis, ada pos-pos petugas yang patroli juga karena kita tahu di sana kan kondisinya berbeda dengan di Jawa,” ujarnya. (Red)