Beranda Sosial dan Budaya Kemendikbud: Seni dan Budaya Tak Akan Tergantikan oleh Robot

Kemendikbud: Seni dan Budaya Tak Akan Tergantikan oleh Robot

121
0
Festival Seni Multatuli (FSM) kembali digelar dengan mengusung tema Seni dan Kopi - foto istimewa

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Platform Indonesiana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Festival Seni Multatuli (FSM) kembali digelar dengan mengusung tema Seni dan Kopi.

FSM 2019 ini dibuka langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta, dan dihadiri oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya beserta jajarannya di Pendopo Museum Multatuli, Senin (9/9/2019).

Dalam sambutannya Ananto menyampaikan bahwa Indonesia memasuki era 4.0 yang dimana semua serba digital, banyak dari pabrik-pabrik saat ini menggunakan robot sebagai pekerjanya. Meskipun begitu menurut dia ada satu hal yang tidak bisa dikerjakan oleh robot yaitu hal yang berdasar pada seni dan budaya.

“Tidak bisa robot menjadi penulis lagu, pengarang cerpen, penari menjadi barista dan lain sebagainya, itu kekuatan Indonesia dan kekuatan Lebak masa depan, karena itu kita rawat budaya kita untuk menjadi bagian dari kesejahteraan ekonomi masa depan kita,” ucap Ananto melalui siaran tertulis.

Dia mengatakan bahwa FSM 2019 adalah upaya untuk promosikan pemikiran anti kolonialisme pembangunan berkelanjutan kedepan dengan menggunakan instrumen sastra seni dan budaya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, dan berharap agar supportnya terus berlanjut.

Iti mengatakan melalui penyelanggaraan Festival Seni Multatuli, sebagai salah satu media dan even pembelajaran interaktif, diharapkan agar lentera api semangat perlawanan terhadap ketertinggalan, kemiskinan, dan kebodohan tetap akan terus menyala melewati setiap zamannya, serta menjadi kesadaran kolektif semua pemangku kepentingan.

(Red)