Beranda Pemerintahan Keluhan Tol Jakarta-Merak Menumpuk, Pemprov Banten Panggil Operator dan BPJT

Keluhan Tol Jakarta-Merak Menumpuk, Pemprov Banten Panggil Operator dan BPJT

Kendaraan menghindari ruas jalan berlubang di Tol Tangerang-Merak. (Iyus/bantennews)

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai merespons berbagai keluhan pengguna Jalan Tol Jakarta-Tangerang hingga Tangerang-Merak yang selama ini ramai disorot masyarakat. Mulai dari parkir liar di bahu jalan, truk besar yang tetap melaju di jalur kanan, hingga kondisi jalan rusak dan persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL), dibahas dalam rapat koordinasi bersama operator tol dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Rapat yang digelar di Kantor Gubernur Banten, Selasa (26/5/2026), mempertemukan sejumlah pihak mulai dari BPJT Kementerian PUPR, Jasa Marga, Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, kepolisian, hingga pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi jalan tol.

Gubernur Banten, Andra Soni mengakui banyak persoalan di ruas Tol Jakarta-Merak muncul dari keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan kondisi lalu lintas dan pelayanan jalan tol.

“Parkir di bahu jalan dan kendaraan besar yang berada di jalur kanan itu menjadi perhatian utama. Semua kita koordinasikan supaya ada solusi,” kata Andra Soni usai rapat.

Selain itu, percepatan perbaikan jalan tol juga menjadi pembahasan utama, termasuk penanganan sejumlah titik yang dinilai rawan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Menurut Andra, meskipun pengelolaan jalan tol berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan badan usaha jalan tol, Pemprov Banten tetap merasa perlu ikut menekan agar pelayanan kepada masyarakat diperbaiki.

“Tol ini dipakai masyarakat Banten setiap hari. Jadi walaupun bukan kewenangan Pemprov, tetap jadi perhatian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJT, Wilan Oktavian mengungkapkan pemerintah pusat mulai memperketat penanganan kendaraan ODOL sebagai langkah menuju kebijakan zero ODOL pada Januari 2027.

Mulai 1 Juni 2026, pembatasan kendaraan ODOL di jalan tol akan mulai diterapkan secara bertahap. Kebijakan itu disebut akan melibatkan koordinasi dengan pengelola jalan nasional maupun pemerintah daerah.

Baca Juga :  Mahasiswa Nilai Program 100 Hari Kerja Syafrudin-Subadri Tak Terlihat

“Kalau targetnya zero ODOL 2027, maka penertiban harus dimulai sekarang,” kata Wilan.

BPJT juga meminta operator jalan tol mempercepat pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM), termasuk perbaikan jalan, penanganan genangan banjir, pengaturan antrean gerbang tol, hingga penertiban parkir liar.

Di sisi lain, Astra Infra Toll Road disebut tengah mengkaji pelebaran sedikitnya 11 titik crossing drainase di ruas Tangerang-Merak untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan tinggi.

Permasalahan banjir dan antrean panjang di beberapa titik tol selama ini memang kerap dikeluhkan pengguna, terutama saat musim hujan maupun periode libur panjang.

Tim Redaksi