Beranda Pendidikan Keluarga Mahasiswi yang Tewas Jatuh dari Lantai 2 Unpam Serang Minta Beasiswa...

Keluarga Mahasiswi yang Tewas Jatuh dari Lantai 2 Unpam Serang Minta Beasiswa untuk Anak Korban

Keluarga mahasiswi Unpam Serang yang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua kampus berharap adanya beasiswa pendidikan bagi anak korban.

SERANG – Keluarga almarhumah Suheni Sintiasari (28), mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, yang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua Gedung C kampus pada Sabtu (7/2/2026), masih diliputi duka mendalam.

Suami korban, Rahmat, menyatakan pihak keluarga tidak akan menuntut kompensasi maupun tanggung jawab finansial atas peristiwa tersebut. Menurutnya, keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhumah dan tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi tuntutan materi kepada pihak mana pun.

Meski demikian, Rahmat mengaku belum mengetahui secara rinci kronologi kejadian yang menimpa istrinya. Ia hanya menerima informasi awal bahwa korban diduga terjatuh dari lantai dua gedung kampus.

“Pada saat kejadian, telepon seluler almarhumah juga tidak bisa dihubungi karena dalam kondisi kehabisan daya,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, pihak universitas telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah dosen juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Meski tidak mengajukan tuntutan, keluarga berharap pihak kampus dapat memberikan perhatian terhadap masa depan kedua anak korban, salah satunya melalui bantuan beasiswa pendidikan.

“Kalau bisa, ada cenderamata dari kampus untuk almarhumah sebagai tanda pernah menempuh pendidikan di sana,” ucap Rahmat.

“Anaknya ada dua. Semoga ke depan bisa diberikan beasiswa, kalau suatu saat mereka ingin kuliah di Unpam,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut korban diduga terjatuh setelah tersandung material pembangunan di lantai dua Gedung C kampus.

Kapolsek Polsek Walantaka AKP Dulhak mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melakukan penanganan di lokasi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Walantaka Ipda Hutbi Juliansyah menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berjalan di lorong lantai dua dan sempat diingatkan agar berhati-hati karena terdapat material baja ringan di area tersebut.

Baca Juga :  Numerasi SD di Pandeglang Masih Rendah, PGRI: Siswa Kesulitan Memahami Matematika

“Korban diduga tersandung material itu sebelum akhirnya terjatuh,” jelasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana dan menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai kecelakaan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo