Beranda Peristiwa Keluarga Korban Anak Tenggelam di Bekas Galian Kasemen Minta Keadilan

Keluarga Korban Anak Tenggelam di Bekas Galian Kasemen Minta Keadilan

Ade Sumarno, ayah dari Reza Ramadhan, salah satu korban tenggelam di bekas galian tanah di Kasemen, Kota Serang, meminta keadilan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait. (Rasyid/BantenNews.co.id)

SERANG – Keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan bekas galian tanah di wilayah Kasemen, Kota Serang, meminta pihak terkait bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa dua anak tersebut.

Ayah salah satu korban, Reza Ramadhan (10), Ade Sumarno, mengatakan dirinya hanya ingin mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpa anaknya dan korban lainnya.

Ia berharap pihak-pihak yang berkaitan dengan keberadaan bekas galian tanah tersebut dapat memberikan perhatian serta bertanggung jawab atas insiden yang menyebabkan hilangnya nyawa dua anak.

“Sebenarnya, atas kejadian ini saya sebagai orang tua korban ingin mencari keadilan saja, yang seadil-adilnya. Karena anak saya masih kecil, masih lucu, anak baik. Saya ingin keadilan dari pihak-pihak terkait, mungkin dari pemilik lahan galian tanah atau pihak lainnya,” kata Ade, Jumat (19/6/2026).

Ade mengungkapkan, pihak pengembang perumahan Puri Indah Kasemen (PIK), tempat korban tinggal, telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Namun hingga kini, menurutnya, pihak pemilik lahan galian belum pernah menemui keluarga korban.

“Kalau dari developer, perwakilannya sudah datang ke rumah kemarin. Kalau untuk yang punya galian, itu belum sama sekali datang dan menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi bekas galian tanah tersebut berada di luar kawasan perumahan dan berbatasan langsung dengan permukiman warga. Menurutnya, tidak terdapat pembatas maupun papan peringatan bahaya di sekitar lokasi.

“Letak bekas galian tanah itu ada di luar perumahan, berdampingan tanpa ada pembatas, tanpa ada plang peringatan atau batas kedalaman,” ucapnya.

Ade mengaku aktivitas galian tanah mulai terlihat setelah dirinya tinggal di kawasan tersebut sejak 2020. Ia memperkirakan kegiatan penggalian berlangsung sekitar tahun 2021 dengan menggunakan alat berat dan kendaraan pengangkut tanah.

Baca Juga :  Ikan Dugong Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Pantai Carita, Pandeglang

“Kalau aktivitas galian tanah itu saya tidak tahu. Yang penting ada alat besar masuk sama mobil dump yang banyak,” ungkapnya.

Menurut Ade, aktivitas galian hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun setelah berhenti beroperasi, lokasi tersebut dibiarkan menjadi kubangan air tanpa penanganan lebih lanjut.

“Beroperasinya cuma sebentar, paling sekitar sebulan. Siang malam kalau tidak salah. Sekarang sudah tidak beroperasi, tapi bekas galian itu masih dibiarkan terbengkalai penuh air,” jelasnya.

Karena itu, Ade berharap Pemerintah Kota Serang turun tangan menangani lokasi bekas galian tersebut. Ia juga meminta pihak yang bertanggung jawab ditindak tegas tanpa pandang bulu.

“Pengen pemerintah ikut turun tangan untuk normalisasi. Mereka mengerti. Harapan saya pemerintah Kota Serang menindak tegas siapa pun oknum di belakang itu. Jangan tebang pilih,” katanya.

Sebagai buruh harian lepas, Ade mengaku hanya berharap mendapatkan keadilan atas kehilangan anaknya.

Sebelumnya diberitakan, dua anak asal PIK, Kota Serang, meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air bekas galian tanah di Kampung Angsoka Jaya, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Senin (15/6/2026).

Kapolsek Kasemen, Iptu Ahmad Nasihin, mengatakan peristiwa itu terjadi saat sejumlah anak bermain di area bekas galian sekitar pukul 16.40 WIB.

“Anak-anak Komplek Puri Indah Kasemen bermain di kubangan air Kelurahan Kasemen. Tidak lama kemudian salah satu anak yang selamat berlari pulang dan memberitahukan bahwa dua anak lainnya tenggelam,” katanya.

Dua anak yang meninggal dunia diketahui bernama Reza Ramadhan (10) dan Gibran (9). Sementara seorang anak lainnya, Galih (8), berhasil selamat.

Setelah menerima laporan, warga langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian. Kedua korban ditemukan dan sempat dibawa ke fasilitas kesehatan. Namun, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  Pengacara Mantri Suntik Mati Kades Curuggoong Mengundurkan Diri: Keterangan Klien Berubah-ubah

Peristiwa tersebut kembali menyoroti keberadaan bekas galian yang berubah menjadi kubangan air dan berpotensi membahayakan masyarakat, terutama anak-anak.

Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di lokasi yang memiliki risiko keselamatan.

Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo