Beranda Pemerintahan Keluar Zona Merah Covid-19, Banten Berangsur Bangkit dari Pandemi

Keluar Zona Merah Covid-19, Banten Berangsur Bangkit dari Pandemi

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

SERANG – Kehidupan sosial dan ekonomi di Provinsi Banten saat ini kembali pulih. Hal itu menyusul seluruh kabupaten/kota keluar dari zona merah atau zona berbahaya penyebaran Covid-19.

Diketahui, selama dua tahun lebih pandemi Covid-19 cukup memberikan dampak negatif  bagi kehidupan masyarakat, khususnya di sektor sosial dan ekonomi. Mau tidak mau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengeluarkan kebijakan yang kurang populer dengan membatasi gerak masyarakat. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus asal Tiongkok makin menjadi-jadi.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengaku bersyukur karena tanda-tanda kebangkitan dari pandemi Covid 19 di Provinsi Banten sudah tampak secara berangsur-angsur.

“Semua kabupaten/kota di Provinsi Banten telah keluar dari zona merah atau zona berbahaya penularan Covid 19. Hal itu secara tidak langsung telah membuat kehidupan sosial dan ekonomi telah berangsur-angsur pulih. Di sektor  ekonomi. Misalnya, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi Banten yang sempat terkontraksi minus 3 persen pada pertengahan 2020 lalu, kini LPE nya bahkan sudah mencapai di atas 8 persen,” kata Andika, Rabu (15/12/2021).

“Ini patut disyukuri, karena bahkan LPE Banten ini sekarang sudah berada di atas angka rata-rata nasional yang berkisar di angka 7 persen,” sambungnya.

Andika juga mengaku, saat ini Pemprov Banten sendiri tengah fokus mengejar target vaksinasi Covid-19 sebagai langkah awal pemulihan dari kondisi pandemi. Dimana secara umum vaksinasi dosis pertama di Provinsi Banten sudah mencapai yang ditargetkan pemerintah pusat yakni melampaui angka 70 persen.

“Hanya karena beragam faktor mulai dari distribusi hingga sosialisasi, untuk dosis kedua masih perlu terus dikejar. Kami membuka diri kepada semua stake holder di Banten untuk bahu membahu mengejar target ini,” kata Andika.

Andika menyebut, capaian positif dalam penanganan Covid-19 merupakan hasil dari upaya dan kerja keras semua pihak   dengan kesadaran tinggi telah mau bahu membahu untuk bekerja bersama memerangi Covid-19.

Andika mengungkapkan, Banten juga sempat mengalami krisis pendidikan di mana banyak warga Banten yang terhambat dalam memperoleh hak pendidikannya dikarenakan dibatasinya bahkan ditutupnya sekolah-sekolah dari kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung.

“Warga kami di selatan (Pandeglang dan Lebak) bahkan sampai menyebut kalau selama ini mereka sekolahnya sekolah gaib, karena itu tadi terpaksa harus daring (dalam jaringan) sehingga untuk beberapa wilayah memang kesulitan (sinyal seluler),” ungkapnya.

Namun demikian, kata Andika, saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah kembali digelar secara bertahap dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan penanganan Covid-19.

(Mir/Red)