Beranda Pemerintahan Kekeringan Melanda, Warga Petir dan Tunjungteja Krisis Air

Kekeringan Melanda, Warga Petir dan Tunjungteja Krisis Air

BPBD Kabupaten Seranf menyalurkan bantuan air bersih di Owcamatan Tunjung Teja.

KAB. SERANG – Krisis air bersih akibat kekeringan masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Serang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang kembali menyalurkan bantuan air ke dua desa, Senin (28/9/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, distribusi air menyasar Kampung Cijeruk, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, dan Kampung Panunggulan, Desa Sukasari, Kecamatan Tunjungteja.

Di Kampung Cijeruk, BPBD menyalurkan 5.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 80 kepala keluarga atau sekitar 240 jiwa.

Sementara di Kampung Panunggulan, BPBD mengirim 5.000 liter air untuk 160 kepala keluarga atau sekitar 485 jiwa.

“Total bantuan mencapai 10.500 liter untuk 240 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 725 jiwa,” kata Ajat.

BPBD Kabupaten Serang terus melakukan penanganan dengan mengirim pasokan air ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.

BPBD, lanjut Ajat, mengandalkan kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, serta perusahaan untuk memperluas distribusi air bersih.

Ajat menyebut, wilayah pantai di bagian utara Kabupaten Serang mengalami kondisi paling parah. Kekeringan kini juga mulai meluas ke wilayah lain.

“Di kita ini untuk saat ini hampir 20 kecamatan butuh semua, cuma yang lebih parah itu adalah di daerah pantai, utara,” ujarnya.

Menurut Ajat, minimnya curah hujan menjadi salah satu pemicu utama kekeringan. Kondisi dari wilayah hulu juga memperparah persoalan karena debit sungai yang mengalir ke wilayah hilir terus menurun.

“Curah hujan diperkirakan sampai akhir tahun tidak turun, nah itu penyebabnya. Kemudian dari hulu pun debit air di sungai ke hilir semakin berkurang,” katanya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah