Beranda Pemerintahan Kekeringan di Banten, BBWSC3 Klaim Salurkan 670 Ribu Liter Air

Kekeringan di Banten, BBWSC3 Klaim Salurkan 670 Ribu Liter Air

Petugas BBWSC3 menyalurkan aie beraih di wikayah Kabupaten Serang. (Istimewa)

SERANG — Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) memastikan telah mendistribusikan 670 ribu liter air untuk 92.308 jiwa yang terdampak kekeringan di Banten. Tidak hanya di Banten, BBWSC3 juga menyalurkan bantuan air bersih ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Satgas Kekeringan BBWSC3 menyalurkan air bersih sejak 23 Juli hingga 25 September 2026. Bantuan tersebut menjangkau 23.521 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Bogor, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Namun, distribusi air bersih dalam kurun dua bulan lebih itu belum menjawab kebutuhan jangka panjang warga yang masih bergantung pada bantuan.

Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi untuk menangani dampak kekeringan.

“Sebagaimana arahan Bapak Menteri PU dan Bapak Dirjen SDA, kami bersama dinas dan instansi terkait di Provinsi Banten terus berupaya melakukan penanganan dan mitigasi terhadap dampak kekeringan,” kata Dedi, Jumat (2/10/2026).

Selain mengirim air bersih, BBWSC3 mengerahkan pompa untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Lembaga tersebut juga melakukan normalisasi sungai guna menjaga kelancaran aliran air di tengah penurunan debit sumber air.

Langkah itu menyasar dua persoalan sekaligus, yakni kebutuhan air rumah tangga dan ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian. Namun, BBWSC3 belum merinci berapa luas lahan pertanian yang terbantu melalui pengoperasian pompa maupun normalisasi sungai.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan, pihaknya akan terus memantau wilayah terdampak, memetakan kebutuhan warga, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Namun, keberlanjutan pasokan air dan langkah mengatasi krisis sumber air tetap menjadi tantangan di tengah musim kemarau.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, mendorong pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih untuk menangani kekeringan. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki cadangan air saat musim kemarau.

Baca Juga :  Heboh Proposal Permintaan Dana PHBN, Camat Rangkasbitung Angkat Bicara

Ulum mengatakan, pemerintah bersama Bupati Serang dan seluruh organisasi perangkat daerah telah menyalurkan bantuan air bersih sebagai langkah penanganan sementara. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan program pencegahan dan penyediaan sumber air berkelanjutan.

“Penanganan secara temporer seperti memberikan bantuan air bersih sudah dilakukan. Selain itu, perlu penanganan jangka panjang yang melibatkan masyarakat,” kata Ulum.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, krisis air bersih melanda hampir 20 kecamatan di Kabupaten Serang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya setiap hari menyalurkan air bersih berdasarkan permohonan warga dan hasil survei lapangan.

“Untuk saat ini walaupun belum semua kita penuhi tapi tiap hari kita jalan,” kata Ajat.

Ajat menyebut, wilayah pantai di bagian utara Kabupaten Serang mengalami kondisi paling parah. Kekeringan kini juga mulai meluas ke wilayah lain.

“Di kita ini untuk saat ini hampir 20 kecamatan butuh semua, cuma yang lebih parah itu adalah di daerah pantai, utara,” ujarnya.

Menurut Ajat, minimnya curah hujan menjadi salah satu pemicu utama kekeringan. Kondisi dari wilayah hulu juga memperparah persoalan karena debit sungai yang mengalir ke wilayah hilir terus menurun.

“Curah hujan diperkirakan sampai akhir tahun tidak turun, nah itu penyebabnya. Kemudian dari hulu pun debit air di sungai ke hilir semakin berkurang,” katanya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah