CILEGON – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon mencatat sebanyak 2.756 wirausaha baru tumbuh sejak 2025 hingga Juli 2026.
Angka tersebut menjadi bagian dari target program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar-Fajar, yang menargetkan lahirnya 5.000 wirausaha baru selama masa kepemimpinan mereka, salah satu dari 17 program unggulan yang menjadi janji poltik keduanya.
Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon, Suhendi mengatakan, capaian itu terdiri dari 2.076 wirausaha baru sepanjang 2025 dan 680 wirausaha baru hingga Juli 2026.
“Tahun 2025 sebanyak 2.076 wirausaha. Tahun 2026 sampai bulan Juli sebanyak 680 wirausaha,” kata Suhendi, Kamis (6/8/2026).
Suhendi menjelaskan, Pemkot Cilegon mendorong pertumbuhan pelaku usaha melalui pembiayaan dari UPT Dana Bergulir serta subsidi margin yang disalurkan melalui Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM).
“Tahun 2026 ini UPT Dana Bergulir sudah menyalurkan sekitar Rp800 juta,” ujarnya.
Selain bantuan modal, pihaknya juga memberikan berbagai layanan pendukung secara gratis untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM. Layanan tersebut meliputi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin edar, hingga pelatihan dan inkubasi bisnis.
“Pembuatan Nomor Induk Berusaha, sertifikasi halal, izin edar, sampai pengurusan masa kedaluwarsa tidak dipungut biaya karena seluruh anggarannya kami siapkan,” jelasnya.
Suhendi menegaskan, target 5.000 wirausaha baru tidak dibebankan dalam satu tahun. Pemerintah Kota Cilegon memasukkan program tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga targetnya dicapai secara bertahap selama lima tahun.
“Target 5.000 wirausaha baru berlaku selama lima tahun karena sudah masuk dalam RPJMD,” tegasnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
