Beranda Pendidikan Kecewa Hasil SPMB, Calon Siswa Adukan Dugaan Ketidaksesuaian Seleksi ke Anggota DPRD...

Kecewa Hasil SPMB, Calon Siswa Adukan Dugaan Ketidaksesuaian Seleksi ke Anggota DPRD Lebak

Ilustrasi

LEBAK – Proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Kabupaten Lebak, kembali menuai polemik. Hal itu lantaran sistem dinilai belum memberikan kepastian dan rasa keadilan.

Diketahui, seorang calon peserta didik baru, Yusuf, bersama orang tuanya mendatangi kediaman anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Komisi III, Medi Juanda, untuk mengadukan hasil SPMB tingkat SMA yang dinilai belum memberikan kepastian dan rasa keadilan.

Dalam pertemuan itu, Yusuf menyerahkan sejumlah dokumen yang menurutnya menunjukkan dugaan ketidaksesuaian dalam hasil seleksi.

Berdasarkan dokumen tersebut, Yusuf memperoleh nilai 85,29 namun tidak lolos, sementara calon peserta didik lain dengan nilai 81,9 justru diterima di sekolah yang sama.

Yusuf mengaku, dirinya dan peserta lain mendaftar melalui jalur yang sama serta berdomisili di lingkungan yang sama, bahkan berada dalam RT dan RW yang sama.

“Saya datang ke rumah Pak Dewan Medi untuk melaporkan apa yang saya alami dan memperoleh penjelasan mengenai penetapan hasil seleksi yang saya terima,” kata Yusuf saat dihubungi, Selasa (7/7/2026).

Yusuf menuturkan, dirinya mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan, mulai dari proses administrasi, perkenalan hingga praktik.

“Setelah mengikuti semua tahapan, kemudian pengumuman keluar, saya tidak mengetahui alasan kenapa saya tidak dinyatakan lolos,” ujarnya.

Menanggapi pengaduan tersebut, Medi Juanda mengatakan akan mempelajari seluruh dokumen yang disampaikan keluarga Yusuf sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kita akan pelajari seluruh dokumen yang ada, jangan sampai muncul fitnah. Semua harus berdasarkan data dan fakta. Kalau memang ada hal yang perlu diklarifikasi, tentu akan kita komunikasikan dengan pihak-pihak yang berwenang,” katanya.

Medi menegaskan, setiap aspirasi masyarakat harus mendapat tindak lanjut secara objektif dan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga berencana meminta penjelasan kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Banten, apabila diperlukan.

Baca Juga :  40 Anggota DPRD Cilegon Diminta Peduli Terhadap Nasib Guru Madrasah

“Saya ingin persoalan ini menjadi jelas. Kalau memang ada dugaan ketidaksesuaian dalam proses SPMB, biarlah instansi yang berwenang melakukan penelusuran dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Yang paling penting adalah hak anak untuk memperoleh pendidikan harus tetap terjamin,” ujarnya.

Selain mengawal laporan tersebut, Medi juga memberi motivasi kepada Yusuf agar tetap melanjutkan pendidikan dan tidak kehilangan semangat. Ia bahkan menyatakan siap membantu apabila keluarga Yusuf menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Yang terpenting Yusuf harus tetap sekolah. Kalau nanti ada kebutuhan seperti sepatu, tas, buku, atau perlengkapan sekolah lainnya, sampaikan kepada saya. Jangan sampai putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Kita akan berupaya mencarikan solusi, termasuk mengusahakan bantuan pendidikan atau beasiswa apabila memenuhi persyaratan,” pungkasnya.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd