Beranda Peristiwa Kecelakaan Beruntun Bus Jemaah Haji Cilegon, Walikota Terjun ke Lokasi

Kecelakaan Beruntun Bus Jemaah Haji Cilegon, Walikota Terjun ke Lokasi

4401
0
Bus pengusung jemaah haji asal Cilegon yang mengalami kecelakaan beruntun. (istimewa)

CILEGON – Rombongan jemaah haji asal Kota Cilegon yang tergabung dalam kloter 60 dikabarkan mengalami kecelakaan beruntun saat dalam perjalanan menuju Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2019).

Informasi yang dihimpun, dua bus Armada Jaya Perkasa yang mengusung jemaah haji yang berjumlah sekitar 73 orang tersebut mengalami peristiwa naas itu di ruas jalan tol kilometer 12, Karang Tengah, Tangerang bersama kendaraan rombongan yang mengawal dua bus tersebut.

“Kejadian itu, mobil yang berangkat itu jumlahnya ada enam. Pertama kali mobil putih ditabrak mobil hitam, mobil hitam ditabrak mobil patwal, lalu datang bus 1 dan ditabrak bus 2, lalu mobil Kesra menabrak yang terakhir,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, Ismatullah kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon.

Dirinya mengaku belum mendapatkan keterangan lebih terperinci. Namun demikian ia memastikan bahwa tidak ada korban dalam insiden tersebut.

“Kalau penumpang secara fisik selamat ya, tapi mungkin di Pondok Gede akan diperiksa lagi secara detail karena di sana ada tim kesehatan. Hanya saja ada satu jemaah yang terkilir kakinya, langsung kita bawa ke rumah sakit Pondok Gede. Karena kita menyelamatkan agenda keberangkatan (menuju bandara) besok, jadi kita fokus pemeriksaan kondisi jemaah itu di Pondok Gede,” katanya.

Terpisah, Walikota Cilegon Edi Ariadi yang dikonfirmasi kaitan hal itu mengaku tengah dalam perjalanan untuk mengetahui langsung kondisi dan keselamatan jemaah. “Alhamdulillah ga ada korban ya. Sementara ini infonya satu bus masih di jalan tol menunggu bus pengganti,” ujarnya.

Ia mengaku sudah menginstruksikan Kesra untuk sesegera mungkin menyiapkan bus pengganti untuk segera mengusung rombongan jemaah haji ke tujuan Asrama Haji Pondok Gede. “Saya sudah instruksikan untuk segera menyediakan bus penggantinya, termasuk mobil rombongan petugas yang tidak layak untuk segera diderek,” katanya. (dev/red)