
LEBAK – Ramainya perbincangan mengenai isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, memicu perhatian publik di berbagai platform media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Aliansi Masyarakat Peduli dan Pemuda Peduli (AMPP) Wilayah Kecamatan Malingping menyampaikan sikapnya.
Ketua AMPP Wilayah Kecamatan Malingping, Firman Habibi, menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Lebak memiliki karakter religius dan menjunjung tinggi norma kesusilaan.
“Mari kita sikapi isu ini secara serius dan bijak tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, adat, serta norma sosial yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Lebak. Kita perlu menyikapi isu tersebut secara serius agar tidak menimbulkan keresahan,” kata Firman dalam rilis yang diterima, Minggu (5/7/2026).
Firman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi dan budaya dari luar. Karena itu, ia menilai keluarga dan lembaga pendidikan harus memperkuat perannya dalam menanamkan pendidikan karakter.
“Orang tua harus lebih peka terhadap perkembangan anak, sementara sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter dan spiritual sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Selain itu, Firman juga mendorong Pemerintah Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat terkait untuk memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan preventif.
“Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap kondusif. Edukasi harus menjadi langkah utama, disertai pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman
Caption: Aliansi Masyarakat Peduli dan Pemuda Peduli (AMPP) Wilayah Kecamatan Malingping menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Malingping, Kabupaten Lebak. (Foto: Istimewa).
Tags: mahasiswa, LGBT.