Beranda Pemerintahan Kebakaran Meningkat Saat Kemarau, Dinsos Kota Tangerang Siapkan Logistik hingga Trauma Healing

Kebakaran Meningkat Saat Kemarau, Dinsos Kota Tangerang Siapkan Logistik hingga Trauma Healing

Kepala Dinsos Kota Tangerang Acep Wahyudi saat diminati keterangan. (Mg-Dwi Muksin Yulianto/bantennews)

TANGERANG — Kasus kebakaran belakangan semakin sering terjadi di Kota Tangerang. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang kini menyiagakan stok logistik dan memperkuat penanganan terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak.

Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengakui pola bencana di wilayahnya mulai berubah. Jika sebelumnya banjir menjadi salah satu ancaman utama, musim kemarau dan cuaca ekstrem kini turut meningkatkan risiko kebakaran.

“Memang belakangan ini sering sekali terjadi bencana. Yang sebelumnya banyak banjir, sekarang memang banyak kebakaran di wilayah,” kata Acep, Kamis (20/8/2026).

Dinsos Kota Tangerang menyiapkan buffer stock atau cadangan logistik yang bersumber dari APBD Kota Tangerang serta bantuan Kementerian Sosial. Bantuan akan disalurkan setelah petugas melakukan asesmen terhadap kebutuhan korban di lokasi kejadian.

Dinsos juga mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) untuk mempercepat pendataan serta penyaluran bantuan.

Namun, mobilisasi menuju lokasi kebakaran masih menghadapi kendala, terutama kemacetan lalu lintas.

“Kalau kendala, mungkin macet dari sisi mobilisasi. Tetapi teman-teman terus memaksimalkan pelayanan gerak cepat untuk sampai ke lokasi,” ujarnya.

Pemkot Tangerang tidak hanya menyiapkan bantuan berupa pangan dan kebutuhan dasar. Dinsos juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan tempat pengungsian apabila kebakaran menghanguskan banyak rumah.

Pemerintah dapat memanfaatkan fasilitas umum terdekat atau lahan kosong sebagai lokasi pengungsian sementara dengan dukungan tenda.

Selain itu, Dinsos menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban, terutama anak-anak.

“Biasanya untuk menangani trauma kami bekerja sama dengan DP3AP2KB, terutama kalau korban ada anak-anak. Kami melakukan trauma healing dan penanganan,” kata Acep.

Baca Juga :  Mulai Sering Hujan, Masyarakat Kota Tangerang Diimbau Waspadai Pohon Tumbang

Acep meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem. Ia mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala serta memastikan kompor dan peralatan memasak tidak dalam kondisi menyala setelah digunakan.

Menurutnya, pencegahan di tingkat rumah tangga menjadi langkah awal untuk menekan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Penulis: Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd