Beranda Pilkada Serentak 2020 Kata Pengamat Seharusnya Pasangan Jokowi-Ma’ruf Menang Telak di Banten

Kata Pengamat Seharusnya Pasangan Jokowi-Ma’ruf Menang Telak di Banten

Pasangan Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin - foto istimewa kumparan.com

TANGERANG – Pilpres 2019 telah memasuki fase baru yakni fase adu rayu dan bursa program untuk merebut hati pemilih. Pasangan Prabowo – Sandi tampaknya sudah mengebut kendaraan kampanyenya dengan bergegas mendatangi para tokoh dan melakukan muhibah ke banyak tempat.

Sementara dari pihak Jokowi – Ma’ruf, silaturahmi politik lebih banyak dilakukan Ma’ruf karena hal itu memungkinkannya. Jokowi lebih banyak konsentrasi menjalankan amanah dan tugas-tugas kenegaraan resmi seperti biasa.

Ma’ruf sendiri merupakan tokoh ulama dari Banten yang sangat disegani. Ia adalah keturunan langsung dari ulama nusantara yang mendunia dan namanya abadi dikenal yakni Imam Nawawi Al-Bantani.

Terkait dengan asal usul dan pengaruh keulamaannya di Banten, pengamat politik dari kantor lembaga survei Stratak Indonesia, Oktarina Sorbardjo menyatakan, seharusnya pasangan Jokowi – Ma’ruf menang telak di Banten. Itu karena orang Banten akan bangga bila ada tokohnya jadi pimpinan nasional.

“Tidak tanggung-tanggung, jadi orang nomor dua di republik ini,” katanya kepada wartawan di BSD City, Jumat (14/9/2018) dikutip dari akurat.co.

Oktarina menyampaikan, akan aneh jika orang Banten menolak Kyai Ma’ruf. Selain karena kultur religius yang sangat kuat, faktor sama-sama Bantenjuga seharusnya sudah cukup membuat rakyat Banten menetapkan pilihan kepadanya.

“Kyai Haji Ma’ruf Amin itu tokoh senior yang sangat disegani, keturunan langsung Syeikh Nawawi Al-Bantani. Apa lagi alasan menolaknya? Dengan dipilihnya beliau oleh Presiden Jokowi, harapannya tentu orang Banten akan bangga dan merasa dihargai,” ujarnya.

Oktarina menyatakan, sebagian suara sumbang yang selama ini sayup-sayup terdengar anti Jokowi di Banten akan redup dan senyap dengan dipilihnya Ma’ruf. Jika ternyata suara yang anti itu masih kuat, sangat mungkin itu berasal dari kelompok yang punya dendam politik kepada Jokowi.

“Misalnya bekas HTI atau memang kelompok Islam garis keras berideologi trans nasional lainnya,” jelasnya.

Oktarina menambahkan, jika Ma’ruf juga mau berkeliling mendatangi pesantren-pesantren di Banten, bisa dipastikan dukungan verbal dan kongkrit akan terlihat.

“Bagaimanapun dunia pesantren, termasuk di Banten, akan senang. Ajengan bersarung yang rendah hati dan berwawasan luas itu bisa jadi wakil presiden. Harusnya alasan itu lebih dari cukup untuk membuat Ma’ruf mendulang mayoritas suara di pilpres 2019 nanti,” pungkasnya. (Red)