Beranda Kesehatan Kasus ISPA Pandeglang Tembus 2.107, Dinkes: Akibat Paparan Abu Vulkanis GAK

Kasus ISPA Pandeglang Tembus 2.107, Dinkes: Akibat Paparan Abu Vulkanis GAK

Kepala Dinkes Pandeglang, Eni Yati (tengah) saat diminati keterangan. (Mg-Madani Prasetia/Bantennews)

PANDEGLANG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Pandeglang mencapai 2.107 kasus pada pekan ke-35. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menyebut kenaikan kasus akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengguyur sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Pandeglang, Eni Yati mengatakan, peningkatan kasus mulai terlihat setelah abu vulkanik menyebar selama dua hari, Sabtu dan Minggu.

“Sekarang yang berjalan itu minggu ke-35, ada 2.107 kasus,” kata Eni Yati, Sabtu (12/9/2026).

Eni mengatakan, laporan pekan ke-35 baru menghitung kondisi selama dua hari saat hujan abu terjadi. Dinkes akan memperbarui data pada laporan pekan ke-36 yang keluar Senin mendatang.

“Minggu ke-35 terdampaknya hanya dua hari, Sabtu dan Minggu. Senin depan nanti dilaporkan lagi,” ujarnya.

Menurut Eni, anak-anak dan lanjut usia menghadapi risiko paparan abu vulkanik lebih tinggi. Namun, warga dewasa juga mengalami gangguan pernapasan.

Dinkes meminta warga menggunakan masker saat keluar rumah, terutama ketika abu vulkanik masih berada di udara. Warga juga perlu mengurangi paparan langsung untuk menjaga saluran pernapasan.

Eni mengatakan, penurunan kualitas udara turut meningkatkan risiko ISPA. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa ISPA memang masuk 10 penyakit yang paling banyak ditangani puskesmas di Pandeglang.

“ISPA bisa dipicu pencemaran udara, bisa juga karena virus. Memang penyakit ini termasuk 10 besar di puskesmas. Kebanyakan gejalanya batuk dan pilek, dan umumnya bukan penyakit yang gawat,” kata Eni.

Sementara itu, Dinkes juga menyebut, data kasus itu masih dapat bertambah.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd