Beranda Peristiwa Kasus Dugaan Manipulasi dan Pelecehan di Sekolah Pamulang Masuk Penyelidikan Polisi

Kasus Dugaan Manipulasi dan Pelecehan di Sekolah Pamulang Masuk Penyelidikan Polisi

Gerbang pintu masuk SMK Letris Pamulang, Tangsel

TANGSEL — Dugaan praktik manipulasi emosional yang mengarah pada pelecehan anak (child grooming) di lingkungan sekolah kembali mencuat di Kota Tangerang Selatan.

Isu tersebut menyeret salah satu sekolah, yakni SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, setelah sejumlah siswa mengunggah kesaksian dan dugaan bukti melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengatakan proses penyelidikan masih berada pada tahap awal.

“Dari hasil patroli siber kemarin kami dapat informasi tersebut, hari ini mulai dilakukan penyelidikan,” kata Wira, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, hingga kini polisi belum memeriksa pihak-pihak terkait karena aktivitas sekolah sedang libur.

“Belum ada saksi yang diperiksa. Baru mau jalan. Sekolah juga lagi pada libur,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah unggahan sejumlah siswa terkait dugaan perilaku tidak pantas di lingkungan SMK Letris Indonesia 2 ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi mengenai dugaan tersebut disebut mulai mencuat usai kegiatan pelepasan siswa kelas XII pada 7 Mei 2026.

Sebagai informasi, child grooming merupakan tindakan manipulasi psikologis oleh orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan emosional dan memperoleh kepercayaan korban. Pendekatan biasanya dilakukan secara bertahap melalui perhatian khusus, pemberian hadiah, bantuan tertentu, hingga menciptakan ketergantungan emosional sebelum berujung pada eksploitasi atau pelecehan.

Seorang mantan guru di sekolah tersebut mengaku pernah mendengar kabar serupa. Namun, saat itu ia menganggap isu tersebut hanya sebatas desas-desus.

“Sudah lama desas-desus itu, tapi saya enggak gubris. Saya kira bercandaan saja,” katanya.

Ia menilai langkah siswa yang mulai bersuara dapat membantu mengungkap dugaan kasus tersebut.

“Bagus kalau sekarang memang ada buktinya. Dan pihak yayasan katanya juga sudah menonaktifkan dia,” ujarnya.

Baca Juga :  Sadis! Pekerja Asal Padarincang Ditelantarkan Majikan di Bandara

Sementara itu, pihak SMK Letris Indonesia 2 melalui akun Instagram resminya menyatakan kepala sekolah yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara untuk mendukung investigasi internal.

“Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis akun Instagram @letrispamulangofficial, dikutip Jumat (15/5/2026).

Pihak yayasan juga mengaku telah membentuk tim khusus guna mendalami fakta-fakta terkait dugaan tersebut. Investigasi disebut dilakukan sesuai aturan hukum dan kode etik pendidikan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan.

Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo